Penulis Utama : Dedy Saputro
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : A121408050
Tahun : 2018
Judul : Perbedaan Pengaruh Metode Latihan Aerobik Treadmill dan Jogging Terhadap Peningkatan Vo2 Max Ditinjau dari Kelompok Umur
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2018
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi Magister Ilmu Keolahragaan-A121408050
Subyek : LATIHAN TREADMILL, LATIHAN JOGGING, KELOMPOK UMUR 18-40 TAHUN, KELOMPOK UMUR 41 TAHUN KEATAS, DAN PENINGKATAN VO2 MAX.
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Dedy    Saputro,    A    121408050,    Perbedaan    Pengaruh    Metode    Latihan    Aerobik
Treadmill,  dan  Jogging  Terhadap Peningkatan VO2  Max Ditinjau dari Umur.
Tesis. Pembimbing I : Prof. Dr Sugiyanto. Pembimbing II : Prof. Dr. Muchsin Doewes, dr. AIFO. Program Studi Ilmu Keolahragaan, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2018

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan pengaruh metode latihan aerobik treadmill, dan jogging terhadap peningkatan VO2 Max, Perbedaan peningkatan VO2 Max antara kelompok umur 18 sampai dengan 40 Tahun (Fase Dewasa Muda) dan 41Tahun ke atas (Fase Dewasa Madya dan Tua ) Pengaruh interaksi antara metode latihan aerobik treadmill, jogging dan kelompok umur terhadap peningkatan VO2 Max.

Penelitian ini dilaksanakan dua tempat yaitu: Untuk Latihan Treadmill di JF Fitness Centre Jepara yang beralamat Jalan Soekarno Hatta No. 12 Tahunan Kab. Jepara Jawa Tengahdan Jogging di Lapangan Olahraga Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jl. Taman Siswa Pekeng Tahunan Kab.Jepara. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive Random Sampling, sampel yang diambil sebanyak 40 orang civitas akademika, terdiri dari 20 orang yang memiliki kelompok umur 18-40 tahun, 20 orang memiliki kelompok umur 41 tahun keatas . Tekni analisis data menggunakan ANAVA. Sebelum menguji dengan ANAVA, terlebih dahulu digunakan uji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas sampel (Uji Lilliefors dengan ? = 0,05) dan uji homogenitas varians (Uji Barlett dengan ? = 0,05).

Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa ada perbedaan pengaruh peningkatan VO2 Max yang dihasilkan dengan mengunakan metode latihan jogging memiliki selisih yang lebih besar dibandingkan dengan metode latihan treadmill, ada Perbedaan peningkatan VO2 Max antara sampel yang memiliki umur 18-40 tahun memiliki selisih lebih besar dibandingkan dengan kelompok umur 41 tahun keatas, ada pengaruh interaksi antara metode latihan dan kelompok umur terhadap peningkatan VO2 Max. Peningkatan VO2 Max Latihan Jogging umur 18-40 tahun lebih besar dari pada latihan Treadmill umur 18-40 tahun, peningkatan VO2 Max Latihan Jogging umur 18-40 tahun lebih besar dari pada latihan Treadmill umur 41 tahun ke atas, peningkatan VO2 Max Latihan Jogging umur 18-40 tahun lebih besar dari pada latihan Jogging umur 41 tahun ke atas, peningkatan VO2 Max Latihan Treadmill umur 18-40 tahun lebih besar dari pada latihan Jogging umur 41 tahun ke atas, peningkatan VO2 Max Latihan Treadmill umur 18-40 tahun lebih kecil dari pada latihan Treadmill umur 41 tahun ke atas.

Kata    kunci : Latihan treadmill, Latihan Jogging, Kelompok umur 18-40 tahun, Kelompok umur 41 tahun keatas, dan Peningkatan VO2 Max.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
halaman awal.pdf
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
daftar pustaka.pdf
lembar pernayataan -Dedy Saputro.jpg
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Sugiyanto
2. Prof. Dr. Muchsin Doewes, dr. AIFO
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana