Penulis Utama : Vandhino Nugroho S
NIM / NIP : H0413048
×

Program Kartu Tani merupakan progrogram pemerintah Provinsi Jawa Tengah  sebagai upaya menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani atau kelompok tani. Kartu tani merupakan kartu debit BRI co-branding yang digunakan secara khusus untuk membaca alokasi pupuk bersubsidi di mesin Electronic Data Capture (EDC) yang ditempatkan di pengecer serta dapat berfungsi untuk melakukan seluruh transaksi perbankan pada umumnya. Kartu tani tercantum pada RDKK beberapa alokasi masing-masing jenis pupuk bersubsidi yaitu, ZA, SP-36 NPK, Urea dan Organik dan akan menerima jatah alokasi pupuk bersubsidi sesuai dengan RDKK yang tercantum dalam Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pangan Indonesia (SIMPI).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dan Bank BRI terhadap program kartu tani; mengetahui pengaruh dinamika kelompok dalam meningkatkan adopsi kartu tani; menganalisis kendala program kartu tani; dan  adopsi kartu tani kepada masyarakat yang berada di Desa Patihan Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan tipe studi kasus deskriptif. Pemilihan /informan dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Validitas yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah; (1) Inovasi kartu tani tidak diterima di masyarakat karena sulit digunakan, hal ini dikarenakan mesin EDC yang digunakan sebagai alat gersek kartu tani tidak muncul data petani karena sinyal internet yang buruk. Adopsi kartu tani diperlukan dukungan teknologi lain berupa koneksi internet yang cepat agar bisa digunakan; (2) Petani akan mengadopsi inovasi kartu tani jika inovasi tersebut dirasakan memberikan kemudahan dan keuntungan dalam penggunaannya; (3) Program kartu tani masih memiliki banyak kendala, yaitu: penyusunan RDKK yang masih terus berlanjut karena banyak petani yang belum mengumpulkan data petani dalam pembuatan kartu tani, kesadaran petani yang kurang membuat terhambatnya proses adopsi kartu tani oleh petani, jumlah kuota pupuk yang dikurangi, masih banyak petani yang belum terdaftar di program SIMPI sehingga mereka belum mendapatkan kartu tani, dan petani masih belum merasakan manfaat dari program kartu tani karena sampai saat ini kartu tani tersebut masih belum digunakan oleh petani; (4) Petani yang berada di Desa Patihan belum mengadopsi kartu tani sebagai alat transaksi pupuk bersubsidi. Petani beranggapan bahwa program tersebut tidak dibutuhkan oleh petani. Petani lebih memilih melakukan pembelian pupuk bersubsidi secara langsung tanpa menggunakan kartu tani.

 

×
Penulis Utama : Vandhino Nugroho S
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0413048
Tahun : 2019
Judul : Adopsi kartu tani pada petani padi di desa patihan Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2019
Program Studi : S-1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Prog Studi Teknologi Hasil Pertanian-H0413048-2019
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Sapja Anantanyu, SP, M.Si.
2. Dr. Ir. Retno Setyowati, MS.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.