Penulis Utama : Aloysius Sutomo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S850907105
Tahun : 2008
Judul : Eksperimentasi model pembelajaran kooperatif tipe stad pada pokok bahasan fungsi ditinjau dari motivasi belajar siswa kelas viii SMP Negeri Kota Surakarta tahun pelajaran 2008/2009
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2008
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Pendidikan Matematika-S.850907105-2008
Subyek : MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAKSI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (i) Penggunaan metode Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD apakah lebih baik daripada model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan fungsi terhadap prestasi belajar matematika, (ii) motivasi belajar matematika siswa yang tinggi, sedang dan rendah apakah menghasilkan prestasi belajar matematika yang berbeda, (iii) ada tidaknya interaksi model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri Kota Surakarta sebanyak 27 SMP negeri. Pemilihan sampel secara random mengambil 3 sekolah, yaitu SMP Negeri 19, SMP Negeri 15 dan SMP Negeri 17 Surakarta. Kemudian dari beberapa kelas dari ketiga sekolah secara cluster random sampling diambil sampel kelas dengan cara mengundi dua kelas dari semua kelas VIII yang ada. Selanjutnya diambil 2 kelas, masing-masing untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, angket dan tes. Metode dokumentasi menggunakan nilai ulangan semester genap kelas VII untuk uji keseimbangan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen angket digunakan untuk mengetahui motivasi belajar siswa dan instrumen tes digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika pada pokok bahasan fungsi. Angket dan tes diujicobakan terlebih dahulu di SMP Negeri 14 Surakarta. Kemudian angket dianalisis dengan mencari indeks reliabilitas angket dan indeks konsistensi internal setiap butirnya. Dari hasil analisis 30 butir soal tes dengan menggunakan KR-20 dari Kuder – Richardson diperoleh r11= 0,93 dan indeks konsistensi internal menggunakan rumus korelasi Karl Pearson diperoleh rxy > 0,3, daya pembeda baik dan sedang serta tingkat kesukaran sedang, didapatkan 30 butir soal reliabel dan valid sehingga semua soal layak dipakai. Instrumen angket dianalisis dengan mencari indek reliabilitas dan indek konsistensi internal setiap butirnya. Dari hasil analisis 40 butir soal angket menggunakan rumus Alpha diperoleh r11 = 0,83 dan indek konsistensi internal menggunakan rumus korelasi Karl Pearson terdapat 5 soal butir nilai indek rxy < 0,3 sehingga yang layak digunakan hanya 35 butir soal. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan 2 x 3 dengan sel tak sama. Sebelum dilakukan analisis variansi terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homoginitas variansi. Dan hasil analisis variansi dua jalan sel tak sama diperoleh H0A ditolak ,H0B tidak ditolak Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (i) metode pembelajaran kooperatif tipe STAD menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional pada pokok bahasan fungsi (Fa = 16,05 > F 0,05;1;232 = 3,84) (ii) Terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang memiliki motivasi belajar matematika tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar matematika sedang maupun siswa dengan motivasi belajar matematika rendah( Fb = 5,51 < F 0,05;2;6;232 = 3,00) (iii) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar matematika (H0AB tidak ditolak (Fab = 8,19 < F 0,05;2;232 = 3,00). Dari uji komparasi ganda untuk rataan antar kolom diperoleh kesimpulan: Terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang memiliki motivasi belajar matematika tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar matematika sedang maupun rendah pada pokok bahasan fungsi. Dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika antara siswa yang memiliki motivasi belajar matematika sedang dan rendah lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi belajar matematika tinggi. Selanjutnya dengan melakukan perbandingan rataan antar sel pada kolom yang sama, dan uji komparasi ganda untuk rataan sel pada baris yang sama, dapat ditarik kesimpulan untuk efek interaksi, yaitu: (1) Siswa dengan motivasi belajar sedang dan rendah, model pembelajaran STAD tidak berbeda dengan model pembelajaran konvensional, selanjutnya dengan meninjau rataan sel pada kolom pertama ternyata untuk siswa dengan motivasi belajar tinggi, model pembelajaran STAD lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. (2) Model pembelajaran STAD prestasi siswa dengan motivasi belajar tinggi sama dengan prestasi siswa dengan motivasi belajar sedang, motivasi belajar sedang sama dengan prestasi siswa dengan motivasi belajar rendah, motivasi belajar tinggi sama dengan prestasi siswa dengan motivasi belajar rendah. Pada model pembelajaran konvensional prestasi siswa dengan motivasi belajar tinggi sama dengan prestasi siswa dengan motivasi belajar sedang, motivasi belajar sedang sama dengan prestasi siswa dengan motivasi belajar rendah, selanjutnya dengan melihat rataan antar sel disimpulkan prestasi siswa dengan motivasi belajar rendah lebih baik daripada prestasi siswa dengan motivasi belajar tinggi pada model pembelajaran konvensional.
File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs.Tri Atmojo K.,M.Sc,Ph.D
2. Drs. Budi Usodo,M.Pd
Catatan Umum : 213/2008
Fakultas : Pascasarjana