Penulis Utama : Riyanike Arista
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C0613042
Tahun : 2017
Judul : Estetika Motif Batik Pring Sedapur Dan Batik Bambu
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Seni Rupa dan Desain - 2017
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Seni Rupa dan Desain Jur. Seni Rupa-C0613042-2017
Subyek : BATIK, BAMBU, PROSES KREATIF
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Riyanike Arista. Estetika Motif Batik Pring Sedapur dan Batik Bambu. Skripsi, Surakarta: Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2017.
Batik Pring Sedapur yang berasal dari Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan yang memiliki ciri khas ornamen bambu. Selain itu, di Desa Munggut, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi juga memproduksi batik dengan motif bambu dengan kombinasi ornamen lainnya yang menjadi batik ciri khas kota Ngawi. Diantara kedua batik tersebut mempunyai kesamaan yaitu bambu sebagai objek motifnya.
Penelitian ini untuk menjawab masalah antara lain: (1) Latar belakang terciptanya batik Pring Sedapur dan batik bambu, (2) Bambu sebagai sumber ide kreativitas penciptaan kedua batik tersebut, (3) Proses kreatif batik Pring Sedapur dan batik bambu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan triangulasi dengan menggunakan 3 metode pengumpulan yaitu observasi, wawancara dan dokumen atau arsip dan dilakukan reduksi data atau seleksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Penulisan laporan dilakukan dengan metode kritik seni yang terdiri dari deskripsi karya, analisis formal, interpretasi karya dan melakukan penilaian.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dijabarkan: (1) Latar belakang terciptanya Batik Pring Sedapur dan batik bambu Ngawi yaitu perubahan motif klasik menjadi motif batik kontemporer. Awalnya, batik dibuat seperti yang ada di Surakarta, namun sekarang menjadi lebih modern yang tidak hanya khusus sebagai jarit melainkan dapat difungsikan sebagai baju. Selain itu, proses pembuatannya juga lebih mudah dan cepat. (2) Batik Pring Sedapur memilih bambu sebagai objek kreativitasnya karena batik tersebut pertama kali diciptakan di Dukuh Papringan yang banyak ditumbuhi bambu, sedangkan batik bambu Ngawi memilih bambu sebagai objek dari motif batiknya karena Ngawi berasal dari kata “Ng” dan “Awi” yang dalam bahasa Sansekerta berarti bambu, desainer juga berpedoman pada logo Kabupaten Ngawi yang terdapat simbol sepotong bambu. (3) Inspirasi yang diperoleh Tikno sebelum melakukan desain batik Pring Sedapur adalah potensi alam yang dimiliki Desa Sidomukti yang terletak di sekitar Gunung Lawu. Sedangkan inspirasi yang diperoleh Budi Siwi dalam menciptakan batik bambu Ngawi memperoleh dorongan dari dalam dirinya untuk mengembangkan potensi anak kandungnya dan mendapatkan inspirasi lain dari potensi alam maupun wisata yang ada di Ngawi. Ciri khas batik motif Batik Pring Sedapur adalah serumpun bambu yang dikombinasikan dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang yang ada di sekitar Gunung Lawu. Sedangkan motif bambu Ngawi adalah sepotong bambu yang tidak dijadikan motif utama, melainkan motif tambahan yang dikombinasikan dengan motif utama seperti: manusia purba, benteng pendem, pohon jati, daun teh, dan sebagainya. Di Ngawi, bambu bukan menjadi motif yang diunggulkan karena motif bambu telah dipatenkan oleh Kabupaten Magetan terlebih dahulu.

Kata kunci: batik, bambu, proses kreatif, Magetan, Ngawi

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
halaman awal.pdf
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
daftar pustaka.pdf
Riyanike Arista.jpg
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Nooryan Bahari, M.Sn
2. Desy Nurcahyanti, S.Sn., M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Seni Rupa dan Desain