Penulis Utama : Hanung Prasetya
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T611108002
Tahun : 2017
Judul : Intervensi medikal hipnosis sebagai upaya pemberdayaan pasien tuberkulosis untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2017
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi Pemberdayaan Masyarakat-T611108002-2017
Subyek : TUBERKULOSIS
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Semua pasien tuberkulosis (TB) dapat disembuhkan jika mereka diobati dan mengikuti program pengobatan dengan benar tanpa putus. Kepatuhan terhadap program  pengobatan  sangat  mutlak  pada  penyembuhan  TB.  Penelitian  ini bertujuan 1) menganalisis konsep persepsi kerentanan, keseriusan, manfaat, hambatan, pencetus aksi / cues to action (CtA) dan self-efficacy   dalam Health Belief Model (HBM) terhadap kepatuhan minum obat setelah mendapatkan program medikal hipnosis, 2) menganalisis pengaruh program medikal hipnosis terhadap tingkat kepatuhan minum obat TB, 3) menganalisis peran medikal hipnosis sebagai pemberdayaan diri pasien terhadap kepatuhan minum obat dan 4) menganalisis penggunaan konsep HBM untuk menyusun sugesti medikal hipnosis peningkatan kepatuhan minum obat.
Desain penelitian ini menggunakan randomized-controlled trial (RCT). Subyek penelitian yang digunakan adalah 60 pasien TB yang diambil secara acak dari 361 pasien yang berobat ke Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat dan tiga Puskesmas di kota Surakarta. Penelitian dilaksanakan mulai Oktober 2014 sampai dengan November 2015. Medikal hipnosis diberikan minimal sekali dalam seminggu selama pasien mengikuti program pengobatan TB. Instrumen dirancang dan diujikan untuk mengukur 7 konsep dari teori HBM. Data dianalisis menggunakan t-test dan analisis jalur untuk menguji peningkatan kepatuhan terhadap program pengobatan melalui konsep HBM. Konsep HBM dapat digunakan sebagai determinan kepatuhan pengobatan TB, hal ditunjukan pada spesifikasi model memiliki kesesuaian yang baik, secara statistik ditunjukkan dengan  probability  level  model  pada  bulan  keenam  yaitu  0,261  atau  model empirik bulan keenam sama dengan model hipotetik. Nilai Root Mean Square

 

Error of Approximation (RMSEA) pada akhir penelitiaan adalah 0,062 (cutt off

0.080) memiliki makna model ini dapat diterima. Nilai Goodness of Fit Index (GFI) model pada bulan keenam adalah 0.953 (cutt off 0.900) menunjukkan model memiliki kesesuaian yang baik. Pada Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI) memiliki skor 0,807 (cutt off 0,75) menunjukkan model memiliki kesesuaian keseluruhan yang baik.
Program medikal hipnosis dapat mengubah persepsi dalam konsep HBM dan memberikan pengaruh secara tidak langsung terhadap tingkat kepatuhan mengikuti program pengobatan TB. Intervensi medikal hipnosis terbukti mampu memengaruhi: (a) persepsi pasien terhadap keseriusan penyakit TB, (b) persepsi pasien terhadap kerentanan penyakit TB, (c) persepsi pasien terhadap hambatan mengikuti  program  pengobatan  TB,  (d)  persepsi  pasien  terhadap  manfaat mengikuti program pengobatan TB, (e)   self-efficacy pasien dalam mengikuti program pengobatan TB, dan (f) persepsi pasien terhadap ancaman penyakit TB.
Medikal hipnosis memiliki efek positif pada semua konsep HBM   yaitu kerentanan yang dirasakan, keseriusan, ancaman, manfaat, pencetus aksi / isyarat untuk bertindak dan self-efficacy. Kecuali hambatan yang dirasakan, hipnosis memiliki efek negatif terhadap hambatan  yang dirasakan,  yang memiliki efek negatif pada kepatuhan terhadap pengobatan serta memiliki efek positif pada kepatuhan terhadap pengobatan. Semua efek ini secara statistik signifikan atau mendekati signifikan. Semua itu akhirnya memengaruhi pasien untuk patuh dan mematuhi program pengobatan penyakit TB selama 6 bulan berturut-turut tanpa putus. Hal ini ditunjukkan dengan model empirik bulan kedua, bulan keempat dan bulan keenam sama dengan model hipotetik.
Pemberian program medikal hipnosis dapat dipergunakan sebagai metode pemberdayaan pasien TB dalam meningkatkan kepatuhan minum obat. Untuk pemberdayaan diri, maka pemberian program medikal hipnosis  dilakukan secara mandiri  (self-hypnosis)  oleh  pasien  sehingga  dapat  digunakan  untuk meningkatkan kepatuhan minum obat. Pada program ini peran petugas kesehatan maupun keluarga memantau dan memastikan apakah obat sudah diminum pasien sesuai program. Konsep model HBM dapat dipergunakan untuk menyusun isi

 

sugesti medikal hipnosis secara persuasif dan disampaikan dalam kondisi pasien terhipnosis sehingga mampu meningkatkan kepatuhan minum obat TB.
Penelitian ini memberikan dukungan empiris bahwa medikal hipnosis efektif untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap program pengobatan TB, dengan meningkatkan persepsi dan keyakinan yang berhubungan dengan kesehatan dalam
HBM.

 

Kata kunci: Medikal hipnosis, pasien TB, Kepatuhan pengobatan TB

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : 202003052242001006.jpg
depan_1.pdf
bab_1.pdf
bab_3.pdf
bab_2.pdf
bab_4.pdf
bab 5_1.pdf
dapus_1.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. DR. Much. Syamsulhadi, dr, Sp.KJ (K)
2. DR. Sapja Anantanyu, MSi
3. Prof. Bhisma Murti, dr, MPH, MSc, Ph.D
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana