Penulis Utama : Emi Fitria Baharsyah
NIM / NIP : D0315019
×

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan rob di Kampung Kemijen dan Kampung Tambak Lorok serta mengetahui strategi bertahan hidup masyarakat Kampung Kemijen dan Kampung Tambak Lorok. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penghidupan berkelanjutan milik Chambers dan Conway. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode study kasus. Data didapatkan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah masyarakat Kampung Kemijen dan masyarakat Kampung Tambak Lorok. Untuk menguji keabsahan data yang telah terkumpul, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber. Dalam analisa data, penelti mengunakan pandangan Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.  Dari hasil penelitian ditemukan bahwa permasalahan rob di Kampung Kemijen dan Kampung Tambak Lorok tak hanya disebabkan siklus pasang surut air laut. Berkurangnya wilayah catchmen area dibagian Semarang atas yang dialihfungsikan untuk pembangunan. Rob di Kampung Kemijen dan Kampung Tambak Lorok terjadi disertai penurunan muka tanah yang memperparah keadaan rob. Dampak terjadinya rob diantaranya sampah dan abrasi di kawasan pesisir Pantai Utara Pulau Jawa (PANTURA) serta kerusakan ekologi yang berimplikasi pada kehidupan masyarakat kawasan pesisir terutama Kampung Kemijen dan Kampung Tambak Lorok. Masyarakat yang terdampak rob di Kampung Kemijen dan Kampung Tambak Lorok lebih memilih bertahan di kampungnya masing -  masing. Sehingga kedua kampung tersebut memiliki strategi bertahan hidup dengan melalui akses terhadap aset penghidupan. Akses terhadap ketersediaan aset Kampung Kemijen dan Kampung Tambak Lorok berbeda dilihat dari pemanfaatan yang paling dominan digunakan. Di Kampung Kemijen dan Kampung Tambak Lorok asset yang paling dominan yang digunakan untuk tetap bertahan adalah asset social, karena adanya interaksi social dan jaringan social yang baik menjadikan asset yang paling dominan dalam menghadapi tantangan rob yang terjadi di Kampung Kemijen dan Kampung Tambak Lorok. Selain itu terdapat intervensi dari pihak LSM dan pemerintah dalam meningkatkan asset penghidupannya, dari peningkatan ketersediaan asset , asset social yang mendominasi dalam meloloskan masyaraat Kampung Kemijen dan Kampung Tambak Lorok dari rob. Gotong royong dan kerjasama menjadi penguat dalam asset social untuk tetap dapat bertahan dari tantangan rob. Aset penghidupan lainnya sebagai penguat asset social dalam strategi bertahan menghadapi rob. Dari akses terhadap aset penghidupan oleh masyarakat Kampung Kemijen dan Kampung Tambak Lorok telah terpola, masyarakat dapat mengurangi kerentanan yang dialami untuk tetap bertahan menghadapi rob, sehingga tercipta penghidupan berkelanjutan. 
 
Kata Kunci: Lingkungan, Rob, Penghidupan Berkelanjutan

×
Penulis Utama : Emi Fitria Baharsyah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0315019
Tahun : 2019
Judul : Strategi masyarakat pesisir Semarang dalam menghadapi Rob
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2019
Program Studi : S-1 Sosiologi
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP-Prog. Sosisologi-D0315019-2019
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Siti Zunariyah,S.Sos.,M.Si
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.