Penulis Utama : Anak Agung Ayu Dian Andriyani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T131508001
Tahun : 2019
Judul : Gradasi dan Pergeseran Strategi Kesantunan Berbahasa Pelaku Pariwisata terhadap Wisatawan Jepang di Bali
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Linguistik Kajian Pragmatik-T131508001-2019
Subyek : GRADASI DAN PERGESERAN, STRATEGI KESANTUNAN, PENANDA TINGKAT TUTUR, PELAKU PARIWISATA DI BALI
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Disertasi ini mengkaji gradasi dan pergeseran strategi kesantunan berbahasa pelaku pariwisata terhadap wisatawan Jepang di Bali. Rumusan masalah terdiri atas, (1) strategi kesantunan berbahasa pelaku pariwisata terhadap wisatawan Jepang di Bali, (2) gradasi dan pergeseran strategi kesantunan di Bali, (3) alasan pelaku pariwisata menggunakan konsep gradasi dan pergeseran strategi kesantunan berbahasa di Bali, (4) dampak yang diterima oleh wisatawan Jepang berdasarkan gradasi dan pergeseran strategi kesantunan yang dilakukan pelaku pariwisata di Bali. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian bertujuan untuk menemukan adanya gradasi dan pergeseran strategi kesantunan berbahasa berdasarkan faktor-faktor sosial yang melatarbelakangi, yaitu power ‘kekuasaan’, distance ‘jarak sosial’ dan rank of imposition ‘tingkat pembebanan’ dan situasi baik formal maupun nonformal. Penelitian kualitatif ini mengambil lokasi penelitian di pulau Bali. Data penelitian terdiri atas data primer yaitu, 1) data kebahasaan berupa dialog antara pelaku pariwisata dengan wisatawan Jepang yang mengandung gradasi dan pergeseran strategi kesantunan berbahasa Jepang, 2) data sekunder adalah dokumen informasi jumlah kunjungan wisatawan Jepang berdasarkan jumlah hunian kamar, data-data pelaku pariwisata yang mampu berbahasa Jepang, hasil analisis data pada judul penelitian dan buku referensi yang relevan. Teknik pengumpulan data yaitu, metode interaktif dengan teknik observasi, rekam, simak, catat, dan wawancara. Metode dan teknik analisis yang digunakan dengan cara menyimak setiap data tuturan dilanjutkan dengan memahami, menata serta mengklasifikasikan dan menghubungkan antar kategori kemudian menginterpretasikan data berdasarkan konteks melalui empat tahapan besar yaitu, analisis domain, taksonomi, analisis komponensial, dan tema budaya.
Penelitian ini menemukan, 1) pelaku pariwisata menggunakan empat strategi kesantunan yaitu, strategi kesantunan positif dan negatif, strategi kesantunan off record dan bald on record, yang sangat ditentukan oleh konteks situasi yang mengikuti; 2) adanya gradasi dan pergeseran strategi kesantunan berbahasa PP ketika memberikan bahasa layanan kepada wisatawan Jepang. Pada situasi formal (+For) di awal percakapan, pelaku pariwisata cenderung menggunakan penanda tingkat tutur hormat bentuk sonkeigo, serta lebih dominan memilih strategi kesantunan negatif. Seiring dengan proses komunikasi, ketika memasuki isi percakapan, tuturan lebih banyak menerapkan penanda bentuk teineigo dengan tetap menggunakan strategi kesantunan negatif. Pada penutup percakapan, penanda tingkat tutur masih tetap didominasi oleh bentuk teineigo. Hanya saja, strategi kesantunan bergeser menjadi strategi kesantunan positif. Berbeda halnya dengan situasi nonformal (-For), tidak ditemukan adanya gradasi penggunaan penanda hormat bentuk sonkeigo, kenjougo ataupun overteineigo tetapi terjadi pergeseran penanda tingkat tutur dari bentuk teineigo kebentuk futsuugo dengan dominan menggunakan strategi kesantunan positif; 3) pelaku pariwisata menerapkan konsep gradasi dan pergeseran berdasarkan penanda tingkat tutur hormat dan penanda bahasa pada situasi formal (+For) maupun nonformal (-For) dan didukung oleh faktor kekuasaan, (Power/P) jarak sosial (Distance/D) dan tingkat pembebanan (rank of Imposition/I), serta dipengaruhi oleh situasi baik formal maupun nonformal, 4) dampak adanya gradasi dan pergeseran strategi kesantunan berbahasa yaitu, dampak positif ketika pelaku pariwisata memahami perannya sebagai pihak pemberi jasa, 5) Adanya pengaruh latar belakang budaya dan kebiasaan masyarakat Bali, konsep uchisoto tidak diterapkan oleh pelaku pariwisata dalam melakukan tindak tutur dengan wisatawan Jepang.

Kata Kunci : gradasi dan pergeseran, strategi kesantunan, penanda tingkat tutur, pelaku pariwisata di Bali

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : HALAMAN DEPAN.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
SURAT PERNYATAAN.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Djatmika, M.A.
2. Prof. Dr. Sumarlam, M.S.
3. Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana