Penulis Utama : Uyung Widi Rahayuningsih
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S850907124
Tahun : 2009
Judul : Eksperimentasi pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga pada pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kreativitas siswa siswa SMP Negeri Sukoharjo tahun ajaran 2008/ 2009
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Progdi. Pendidikan Matematika-S.850907124-2009
Subyek : PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1). Apakah siswa yang memperoleh pembelajaran matematika dengan alat peraga mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran matematika tanpa alat peraga. (2). Apakah siswa yang mempunyai kreativitas siswa tinggi akan mempunyai prestasi belajar lebih baik dibanding dengan siswa yang mempunyai kreativitas siswa sedang dan siswa yang mempunyai kreativitas siswa sedang akan mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dari siswa yang berkreativitas siswa rendah. (3). Apakah perbedaan prestasi belajar dari masing-masing metode pembelajaran konsisten terhadap masingmasing tingkat kreativitas siswa dan apakah perbedaan antara masing-masing tingkat kreativitas siswa konsisten pada setiap metode pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2 x 3. Populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri Sukoharjo kelas IX semester I tahun pelajaran 2008/2009. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah Cluster Random Sampilng dengan sampel adalah siswa SMP N 1 Grogol, SMP N 4 Nguter dan SMP N 3 Sukoharjo semester I kelas IX tahun pelajaran 2008/2009 pada bulan Juli sampai dengan Desember 2008 yang diambil dua kelas dari masing-masing sekolah tersebut secara random. Instrumen yang digunakan adalah angket kreativitas siswa dan tes prestasi belajar matematika dengan pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Lengkung. Sebelum angket kreativitas siswa dan tes prestasi digunakan terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen. Pada uji coba tes prestasi belajar matematika diuji tentang validasi isi, konsistensi internal, reliabilitas, indeks kesukaran dan daya beda. Sedangkan uji coba instrumen angket kreativitas siswa diuji tentang validasi isi, konsistensi internal dan reliabilitas. Hasil uji coba instrumen diperoleh nilai uji reliabilitas dengan metode KR-20 pada tes prestasi belajar adalah 0,886 dan nilai uji reliabilitas dengan metode Alpha pada angket kreativitas siswa adalah 0,810. Pengujian hipotesis menggunakan Anava dua jalan dengan frekuensi sel tak sama, dengan taraf signifikan 5%. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu: uji keseimbangan menggunakan uji rerata t, uji normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlett. Hasil uji prasyarat adalah antara siswa pada metode pembelajaran dengan alat peraga dan tanpa alat peraga adalah seimbang, sampel berasal dari populasi berdistribusi normal dan sampel berasal dari populasi homogen. Analisis pada Anava dua jalan dengan frekuensi sel tak sama menunjukkan hasil: (1) Siswa yang menggunakan model pembelajaran antara alat peraga dengan tanpa alat peraga mempunyai prestasi belajar matematika yang berbeda secara signifikan (Fa = 9,809 dengan nilai Ftabel = 3,84); (2) Siswa dengan kreativitas siswa tinggi, sedang dan rendah mempunyai prestasi belajar matematika yang berbeda secara signifikan (Fb = 36,258 dengan nilai Ftabel = 3,00). Berdasarkan uji komparasi ganda perbedaan tersebut adalah prestasi belajar matematika antara siswa dengan kreativitas siswa tinggi berbeda dengan kreativitas siswa sedang dan rendah (F.1-.2 = 20,671 dan F.1-.3 = 72,011 dengan Fkritik 6,000), serta prestasi belajar matematika antara siswa dengan kreativitas siswa sedang berbeda dengan kreativitas siswa rendah (F.2-.3 26,743 dengan Fkritik 6,000); (3) Prestasi belajar matematika antara siswa pada setiap tingkat kreativitas siswa untuk masing-masing metode pembelajaran atau prestasi belajar matematika antara siswa pada masing-masing metode pembelajaran untuk setiap tingkat kreativitas siswa adalah berbeda secara signifikan (Fab = 4,594 dengan nilai Ftabel = 3,00). Berdasarkan uji komparasi ganda perbedaan tersebut adalah pada metode pembelajaran menggunakan alat peraga prestasi belajar matematika antara siswa yang mempunyai kreativitas siswa tinggi berbeda dengan siswa yang mempunyai kreativitas siswa minat sedang dan rendah (F11-12 = 29,486; F11-13 = 33,137 dan F12- 13 = 2,706 dengan Fkritik = 11,05), sedangkan pada metode pembelajaran tanpa alat peraga prestasi belajar matematika antara siswa yang mempunyai kreativitas siswa tinggi dan sedang berbeda dengan siswa yang mempunyai kreativitas siswa rendah (F21-22 = 0,647; F21-23 = 28,321dan F22-23 = 25,440 dengan Fkritik = 11,05) Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa: (1) Siswa yang menggunakan metode pembelajaran dengan alat peraga mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih tinggi/baik daripada metode pembelajaran tanpa alat peraga ( . 1 x = 73,53; . 2 x = 69,37); (2) Siswa dengan kreativitas siswa tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan kreativitas siswa sedang dan rendah, begitu juga siswa dengan kreativitas siswa sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan kreativitas siswa rendah ( 1 . x =79,03; 2 . x =71,61; 3 . x =63,07); (3). Peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran dengan alat peraga untuk kelompok kreativitas siswa tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih tinggi daripada untuk kelompok kreativitas siswa sedang dan rendah, begitu juga untuk kelompok kreativitas siswa sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih tinggi daripada untuk kelompok kreativitas siswa rendah ( 11 x =83,27; 12 x =71,00; 13 x =66,78), sedangkan metode pembelajaran tanpa alat peraga untuk peserta didik dengan kreativitas siswa tinggi dan sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih tinggi daripada peserta didik dengan kreativitas siswa rendah ( 21 x =74,30; 22 x =72,40; 23 x =60,86). Tetapi untuk kelompok kreativitas siswa tinggi peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran dengan alat peraga mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih tinggi/baik daripada tanpa alat peraga, sedangkan untuk kelompok kreativitas siswa sedang dan rendah antara metode pembelajaran menggunakan alat peraga dengan tanpa alat peraga mempunyai prestasi belajar yang tidak berbeda.
File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Dr. Mardiyana, M.Si
2. Drs. Imam Sujadi, M. Si
Catatan Umum : 601/2009
Fakultas : Pascasarjana