Penulis Utama : Bima Fajar Rizky Nugraha
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H1815012
Tahun : 2017
Judul : Analisis efektifitas dan respon subsidi pupuk serta pengaruhnya terhadap produksi padi (Studi kasus Desa Aglik Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2017
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian-Jur. Agribisnis-H1815012-2017
Subyek : PRODUKSI SEKTOR PERTANIAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Kebijakan pemerintah yang mendukung produksi sektor pertanian merupakan salah satu kebijakan fiskal yang bertujuan untuk mendukung sektor pertanian dengan memberikan subsidi input berupa penetapan HET pupuk. Kebijakan ini dilaksanakan berdasarkan enam indikator keberhasilan yaitu tepat jenis, jumlah, harga, mutu, tempat, dan waktu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Efektifitas kebijakan subsidi pupuk dan untuk mengetahui respons petani terhadap produksi. Pengamatan dan wawancara di lakukan di daerah penghasil padi yaitu Desa Aglik dengan metode purposive sampling, dimana pemilihan responden berdasarkan pertimbangan peneliti. Sampel yang digunakan 60 responden. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskripsi analisis, dengan metode analisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif, serta metode regresi linier berganda. Metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur Efektifitas kebijakan subsidi pupuk dengan menggunakan empat indikator utama yaitu tepat harga, tepat jumlah, tepat tempat, dan tempat waktu. Metode regresi linier berganda digunakan untuk mengukur respon permintaan dan respons produksi. Variabel respons permintaan antara lain harga pupuk bersubsidi, harga pupuk non subsidi, harga gabah dan pendapatan. Serta variabel respons produksi padi yaitu jumlah penggunaan pupuk SP-36, penggunaan Urea, tenaga kerja, jumlah benih, luas lahan, Efektifitas harga SP-36, Efektifitas harga Urea dan dummy benih.
Hasil penelitian metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif menunjukkan kebijakan subsidi pupuk dikategorikan belum efektif sebesar 71,75 ?rdasarkan empat indikator utama, yaitu tepat harga, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat tepat. Tidak efektif subsidi pupuk juga berpengaruh terhadap produksi padi seperti yang ditunjukkan pada hasil regresi produksi padi. Hasil dari metode regresi, respons permintaan variabel harga riil pupuk bersubsidi, harga riil pupuk non bersubsidi dan harga riil gabah mempunyai pengaruh yang positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan pupuk bersubsidi. Artinya tiap terjadi perubahan terhadap harga riil pupuk bersubsidi, harga riil pupuk non bersubsidi dan pendapatan tidak akan berpengaruh besar terhadap permintaan pupuk, hal ini sesuai dengan ketepatan penggunaan pupuk bersubsidi berdasarkan indikator utama bahwa tingkat ketepatan penggunaan pupuk bersubsidi di daerah tersebut belum efektif, sehingga tidak berpengaruh terhadap permintaan. Sedangkan pendapatan dan luas lahan berpengaruh positif dan berpengaruh nyata terhadap permintaan pupuk bersubsidi. Hal tersebut sesuai dengan kenyataan dilapangan bahwa pendapatan petani dan luas lahan berpengaruh terhadap pembelian pupuk, semakin besar pendapatan petani maka semakin banyak pupuk bersubsidi yang digunakan.
Hasil penelitian respon produksi meliputi penggunaan pupuk SP-36, penggunaan urea, tenaga kerja, luas lahan, penggunaan benih, Efektifitas harga SP-36 dan Efektifitas urea secara bersama sama berpengaruh nyata terhadap produksi padi. Secara individu variabel luas lahan  dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi padi, hasil dilapangan menunjukan bahwa semakin luas lahan yang dimiliki oleh responden maka semakin bertambah pula jumlah produksi padi yang dihasilkan oleh petani dan hasil tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi padi dan benilai positif dikarenakan terdapat sistem pengupahan terhadap buruh tani dengan sistem bagi hasil panen sebesar 1/7 dari total panen sehingga akan memberikan upah bagi petani untuk semangat bekerja dan akan mempengaruhi produksi padi. Sedangkan variabel penggunaan SP-36, penggunaan urea, penggunaan benih, efektifitas harga riil SP-36 dan efektifitas harga riil urea tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi. Berkaitan dengan arah kebijakan pembanguan pertanian yang menjelaskan adanya ketahanan pangan Nasional dan revolusi mental petani agar dapat membatasi penggunaan pemborosan air, pupuk dan pestisida. Dari hasil tersebut maka dapat dijelaskan bahwa pemerintah memiliki tugas untuk evalusi terkait dengan revolusi mental petani untuk menunjang ketahanan pangan agar penggunaan pupuk bersusbdi dapat berjalan sesuai dengan arah dan rencana strategi pembangunan pertanian.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Depan.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Surat Pernyataan.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Ir. Minar Ferichani, M.P.
2. Setyowati, S.P.,M.P
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian