Penulis Utama : Julianne Indah Rachmawati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S701602003
Tahun : 2019
Judul : Komodifikasi Ritual Sedekah Gunung di Desa Lencoh, Selo, Kabupaten Boyolali
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Kajian Budaya-S701602003-2019
Subyek : KOMODIFIKASI, STRUKTURASI, RITUAL SEDEKAH GUNUNG, DESA LENCOH, BOYOLALI
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komodifikasi ritual sedekah gunung di Desa Lencoh, Selo, Kabupaten Boyolali. Ada beberapa permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini. (1) Komodifikasi bentuk Ritual Sedekah Gunung dalam di Desa Lencoh, Selo, Kabupaten Boyolali. (2) Komodifikasi fungsi Ritual Sedekah Gunung di Desa Lencoh, Selo, Kabupaten Boyolali sebagai komoditas Pariwisata Alternatif. (3) Komodifikasi makna Ritual Sedekah Gunung di Desa Lencoh, Selo, Kabupaten Boyolali.
Penelitian ini berada dalam ruang lingkup Kajian Budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari instansi terkait, wawancara, dan observasi lapangan berkenaan dengan ritual Sedekah Gunung sehingga memudahkan dalam interpretasi, analisis, dan penyusunan tulisan tentang komodifikasi Ritual Sedekah Gunung Merapi. Penelitian ini menggunakan studi kasus terpancang (embedded research), yaitu penelitian yang terarah pada fokus tertentu sebagai sasaran dalam penelitian. Penelitian ini menuntut peneliti agar berpikir holistik, yaitu menghubungkan berbagai variabel yang ditemukan di lapangan meski tidak dalam posisi terfokus sehingga menjalin relasi interaktif dengan variabel utama. Penelitian ini menggunakan teori komdofikasi untuk menganalisis tema utama penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan, ritual sedekah gunung merupakan salah satu upacara yang sangat sakral dalam kepercayaan masyarakat Desa Lencoh untuk mensyukuri berkah Tuhan Yang Maha Esa dan menghindari mara bahaya. Ritual ini diperkirakan sudah ada sejak zaman Paku Buwana VI (1823-1830) atau Paku Buwana IX (1861-1893). Bentuk ritual sedekah gunung terdiri dari upacara pemotongan kepala kerbau, kenduri-selamatan, dan pendhem endhas kebo. Sejak Dinas Pemuda, Olah raga dan Pariwisata terlibat, terjadi komodifikasi bentuk ritual Sedekah Gunung. Bentuk komodifikasi ritual Sedekah Gunung di antaranya penambahan kirab budaya dan pertunjukan seni dalam prosesi ritual; penyampaian sambutan oleh pejabat daerah; penggunaan kostum kemasan saat prosesi ritual malam hari; dan penampilan tari kitsch pengantar kepala kerbau. Ritual Sedekah Gunung memiliki fungsi ritual, sosial, lingkungan, dan pendidikan. Fungsi komodifikasi ritual sedekah gunung di antaranya yang tadinya memiliki fungsi ritual menjadi tontonan wisata; yang awalnya memiliki fungsi sosial menjadi berfungsi untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara; yang awalnya memiliki fungsi lingkungan sebagai pelestarian alam menjadi menjual dalam ranah pariwisata sebagai objek wisata; dan yang awalnya memiliki fungsi pendidikan menjadi memiliki fungsi ekonomi. Dengan demikian, makna komodifikasi ritual Sedekah Gunung, yaitu usaha untuk menambahkan nilai jual pada sesuatu yang bernilai sakral. Hal ini mempengaruhi terjadinya pergeseran makna pada ritual sedekah gunung yang tadinya hanya bernilai sakral mendapat tambahan hal-hal yang bernilai profan sebagai implementasi dari pariwisata alternatif.

Kata Kunci : Komodifikasi, strukturasi, ritual sedekah gunung, Desa Lencoh, Boyolali

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN DEPAN.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
SURAT PERNYATAAN.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Warto, M.Hum.
2. Dr. Titis Srimuda Pitana, S.T., M.Trop. Arch.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana