Penulis Utama : Joko Sugiyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S021708015
Tahun : 2019
Judul : Efek Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, Makanan Pendamping Air Susu Ibu, dan Faktor Kontekstual Kelurahan Terhadap Kejadian Stunting di Kota Bontang Kalimantan Timur
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat-S021708015-2019
Subyek : STUNTING, ASI EKSKLUSIF
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Latar Belakang: Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyebutkan sebesar 30.8% anak Indonesia mengalami  Stunting. Masalah stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis, yang dapat dipengaruhi dari berbagai macam faktor yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang berpengaruh dengan kejadian stunting pada balita di Kota Bontang.
Subjek dan Metode: Jenis penelitian ini adalah studi penelitian analitik observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2019. Sampel dipilih secara purposive random sampling sebanyak 225 subjek di 15 Kelurahan wilayah Kota Bontang. Variabel dependen adalah stunting. Variabel independen adalah ASI eksklusif, MP-ASI, riwayat infeksi, BBLR, penghasilan keluarga, pendidikan ibu, tinggi badan ibu, sanitasi dasar, dan status kelurahan STBM. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan analisis regresi logistik ganda multilevel.
Hasil: Risiko stunting pada balita menurun karena faktor tinggi badan ibu (?150cm) (b= -1.37; CI 95%= -2.41 hingga -0.32; p= 0.010), pendidikan ibu tinggi (?SLTA) (b= -1.83; CI 95%= -2.79 hingga -0.87; p=<0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed p=0.004).>4 orang (b= 1.32; CI 95%= 0.41 hingga 2.22; p= 0.004), riwayat penyakit infeksi (b= 2.23; CI 95%= 1.32 hingga 3.14; p= <0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>Kesimpulan: Risiko stunting menurun karena faktor tinggi badan ibu normal, pendidikan ibu yang tinggi, pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI, dan penghasilan keluarga cukup. Risiko stunting meningkat karena faktor riwayat penyakit infeksi, jumlah anggota keluarga >4 orang, BBLR, dan sanitasi buruk. Strata kelurahan STBM tidak mempengaruhi kejadian stunting pada balita.

Kata Kunci : stunting, ASI eksklusif.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN DEPAN.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
SURAT PERNYATAAN.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Setyo Sri Rahardjo, dr., M.Kes.
2. Prof. Dr. Yulia Lanti Retno Dewi, dr., M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana