Penulis Utama : Hanintia Elma Derista
NIM / NIP : C0912010
×

Dodot Ageng Bangun Tulak adalah busana basahan yang dikenakan oleh pengantin pria dan wanita pada pernikahan adat  Pura Mangkunegaran. Busana ini ditampilkan saat upacara adat Panggih terdapat benang merah yang menjadikan busana Basahan di Pura Mangkunegaran tidak terlepas dari pakem yang ada di Keraton Kasunanan. Di temukan keragaman Karakteristik berdasarkan bentuk, warna, pola, ukuran serta makna, yang menjadikan busana Basahan Dodot Ageng Bangun Tulak di Pura Mangkunegaran mempunyai ciri khas tersendiri.

Teori yang di gunakan adalah estetika A. A. M. Djelantik dengan bentuk Penelitian deskriptif kualitataif. Teori Estetika A. A. M. Djelantik digunakan untuk  mendeskripsikan: Wujud bobot dan Penampilan Busana Basahan Dodot Ageng Bangun Tulak.di pernikahan adat Pura Mangkunegaran, khususnya dalam upacara Panggih. Teknik cuplikan yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan review informan kunci. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Wujud busana Basahan Dodot Ageng Bangun Tulak di Pura Mangkunegaran,memiliki bentuk lebih sederhana, dilihat dari komponen yang membentuk busana tersebut. Terdapat karakteristik, yang dilihat berdasarkan ukuran kain dodot memakai Dodot Ageng, Ukuran kain dodot ageng lebih kurang 250 cm x 400 cm Berdasarkan pola kain dodot menggunakan kampuh Blenggen dengan blumbangan, yaitu pada bagian tengah kain terdapat bagian yang polos tidak dibatik berbentuk belah ketupat Berdasarkan bentuk dodot, memakai Gerbong Kandhem. Yaitu pemakaian dodot dengan tiga lipatan besar di bagian depan dan di peruntukan raja Berdasarkan warna dodot memakai Bangun Tulak. Bobot busana Basahan Dodot  Ageng Bangun Tulak mengandung makna yaitu arti : Bangun Tulak, jika menurut keratabasa bangun berarti nganyarake tulak yang berarti memperbaharui segala sesuatu untuk mempelai. Lukisan alas alasan pada motif kain dodot menggambarkan flora, fauna, gunung, ombak, sayap dengan maksud lukisan tersebut adalah simbol terjadinya jagad yang terdapat empat unsur di dalam nya, tujuan nya agar mempelai mendatangkan bibit yang baik. Penampilan Busana basahan Dodot Ageng bangun tulak  di tampilkan layaknya sebuah pertunjukan seni yang diperagakan oleh kedua mempelai pada saat upacara adat panggih di  Pura Mangkunegaran. Panggih merupakan prosesi yang mempertemukan pengantin putra dan pengantin putri setelah resmi menikah sebagai suami istri untuk disandingkan di pelaminan

 

×
Penulis Utama : Hanintia Elma Derista
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C0912010
Tahun : 2019
Judul : Kajian Estetika Busana Basahan Dodot Ageng Bangun Tulak di Pernikahan Adat Pura Mangkunegaran
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSRD - 2019
Program Studi : S-1 Kriya Seni
Kolasi :
Sumber : UNS-FSRD Jur. Kriya Tekstil-C0912010-2019
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Adji Isworo Josef, M.Sn.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Seni Rupa dan Desain
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.