Penulis Utama : Hodairiyah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S111708006
Tahun : 2020
Judul : Ekspresi Verbal dan Nonverbal yang Mencerminkan Kearifan Lokal Masyarakat Madura pada Upacara Kematian di Aeng Tong- Tong, Saronggi, Sumenep
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Program Studi Linguistik-S111708006-2020
Subyek : ETNOLINGUISTIK, EKSPRESI VERBAL DAN NONVERBAL, TRADISI UPACARA KEMATIAN, MADURA
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Tujuan penelitian ini adalah (1) Menjelaskan ekspresi-ekspresi verbal dan nonverbal yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Madura di desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep pada upacara kematian. (2) Mendeskripsikan makna leksikal, grammatikal dan kultural mengenai ekspresi verbal dan nonverbal yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat di desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, pada upacara kematian.(3) Menjelaskan pandangan hidup masyarakat mengenai ekspresi verbal dan nonverbal yang mencerminkan kearifan lokal di desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, pada upacara kematian.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu istilah, kata, frasa serta simbol yang terdapat dalam peristiwa tutur kematian dengan menggunakan metode wawancara dan observasi terhadap narasumber (para tetuah, kiyai, ustadz, masyarakat). Data sekunder berasal berasal dari catatan penting, buku, teks, dokumen, makalah, dan data-data lain yang terkait dengan penelitian ini. Analisis data menggunakan metode etnosains. Penyajian hasil analisis data disajikan melalui metode formal dan informal.
Hasil dari penelitian ini adalah (1) Ekspresi bahasa verbal dan nonverbal yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat pada upacara kematian meliputi; (a) tanda-tanda dalam kematian, (b) tradisi pamat?, (c) wa-dhuwa’, (d) lo’-tello’, (e) pa’-empa’, (f) ma’-lema’, (g) nem-enem, (h) to’-petto’, (i) pa’polo, (j) nyatos (k) nyataon (l) nya?bu. (2) Makna ekspresi verbal dan nonverbal dalam upacara kematian adalah (a) ditandai dengan bunyi burung taras/toas, pembacaan burdah.
(b) pamat? Memperingati hari kematian sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mayit dengan melakukan 4 kewajiban dasar yaitu memandikan, membungkus, menyolati, menguburkan, dan majalan sortana. (c) wa-dhuwa’ memperingati hari kedua sebab ruh masih di rumah (d) lo’-tello’, memperingati hari ketiga sebab ruh masih berkeliaran di rumah dan menghadapi penyiksaan. (e) pa’- empa’, memperingati hari keempat sebab ruh masih belum pergi, (f) ma’-lema’, memperingati hari kelima sebab ruh masih di sekitar rumah, (g) nem-enem, memperingati hari keenam sebab ruh mulai pergi, (h) to’-petto’, memperingatihari ketujuh sebab ruh mulai pergi sedikit menjauh tapi masih di sekitar keluarga, (i) pa’polo, memperingati hari keempat puluh sebab ruh akan berpamitan untukpergi,
(j) nyatos, memperingati hari keseratus sebab ruh akan pergi jauh, (k) nyataon, memperingati hari kesetahun sebab ruh akan pergi tambah jauh, (l) nya?bu, memperingati hari keseribu sebab ruh akan pergi menjauh atau ruh akan berlayar dan tidak akan kembali lagi. (3) Pandangan masyarakat serta pola pikir terhadap tradisi-tradisi tersebut (a) suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh masyarakat
 
setempat sebagai bentuk penghormatan kepada ruh yang telah berpulang serta dapat menjalin tali silaturrahim, (b) sedekah yang dikhususkan kepada ruh dengan harapan diampuni segala dosanya serta di tempatkan di sisNya yang paling mulia yang juga dapat mendorong anak cucunya untuk selalu ingat kepada orang tuanya yang telah meninggal, (c) keyakinan yang kuat secara historis berdasarkan fakta- fakta sosial dengan pola pikir yang konservatif terhadap tradisi-tradisi tersebut dan menjadi sebuah eksistensi yang sangat besar dalam sebuah budaya sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat melalui praktek-praktek yang dijalankan serta memberikan dimensi simbolik dengan alam lain. selanjutnya, kematian merupakan jalan kembali kepada Tuhan dalam keadaan suci serta memiliki keyakinan bahwa Allah satu-satunya yang disembah. Serta pandangan bahwa Allah Maha Pengampun sehingga manusia senantiasa untuk berdoa meminta maaf atas dosa atau kesalahan yang telah diperbuat.

Kata Kunci: Etnolinguistik, Ekspresi Verbal dan Nonverbal, Tradisi Upacara Kematian, Madura.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
SURAT PERNYATAAN.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. H. Wakit A. Rais, M. Hum
2. Dr. Dwi Purnanto, M. Hum.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana