Penulis Utama : Itsnaini Nur Afiani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D1516106
Tahun : 2019
Judul : Penagihan pajak dengan surat paksa di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Boyolali.
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-F.ISIP Ahli Program Studi Ilmu Administrasi-D151610-2019
Subyek : PENAGIHAN PAJAK, SURAT PAKSA, PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penerimaan dari sektor pajak merupakan sumber penerimaan terbesar bagi negara.  Akan  tetapi,  masyarakat  beranggapan  bahwa  pajak  merupakan  beban sehingga  selalu  dicari  upaya  untuk  menghindari  pajak  dengan  menyembunyikan data  maupun  tidak  membayar  pajak  sehingga  menimbulkan  utang  pajak.  Maka dari  itu  diperlukan  tindakan  penagihan  pajak  yang  bersifat  memaksa  agar  Wajib Pajak  melunasi  utang  pajaknya.  Salah  satu  tindakan  tersebut  berupa  penagihan dengan  Surat  Paksa.  Di  Kantor  Pelayanan  Pajak  (KPP)  Pratama  Boyolali  masih terdapat  Wajib  Pajak  yang  belum  melunasi  utang  pajaknya.  Sehingga,  KPP Pratama  Boyolali  melaksanakan  tindakan  penagihan  pajak  dengan  surat  paksa agar Wajib Pajak melunasi utang pajaknya. Tujuan  pengamatan  ini  yaitu  untuk  mengetahui  pelaksanaan  Penagihan Pajak  dengan  Surat  Paksa  di  Kantor  Pelayanan  Pajak  (KPP)  Pratama  Boyolali serta  hambatan  yang  sering  dialami  dalam  pelaksanaan  penagihan  pajak  dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. 
Metode  pengamatan  yang  digunakan  adalah  deskriptif  kualitatif  yaitu dengan  menggambarkan  alur,  hambatan  serta  upaya  yang  dilakukan  dalam pelaksanaan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Teknik pengumpulan data yang digunakan  oleh  penulis  yaitu  dengan  wawancara,  observasi,  serta  mengkaji dokumen dan arsip. 
Berdasarkan  hasil  pengamatan  di  Kantor  Pelayanan  Pajak  (KPP)  Pratama Boyolali  pelaksanaan  Penagihan  Pajak  dengan  Surat  Paksa  diawali  dengan penerbitan  Surat  Teguran.  Setelah  7  hari  sejak  tanggal  jatuh  tempo  pembayaran, dan  tidak  membayar  juga  maka  diterbitkan  Surat  Paksa.  2x24  jam  setelah diterbitkan  Surat  Paksa,  WP/PP  belum  membayar  juga.  Maka  KPP  Pratama Boyolali  menerbitkan  SPMP  untuk  melaksanakan  tindakan  penyitaan.  Dan apabila  setelah  14  hari  sejak  dilakukan  penyitaan  dan  WP/PP  tidak  membayar utang  pajaknya,  maka  KPP  akan  mengumumkan  pelaksanaan  lelang.  Untuk menerbitkan  SP,  SPMP,  serta  melaksanakan  lelang  KPP  memprioritaskan  nilai utang pajak yang paling besar terlebih dahulu.     
 Kata kunci : Penagihan Pajak, Surat Paksa,  Penagihan Pajak dengan Surat Paksa  

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Legal A_Itsnaini NA.pdf
Cover.pdf
Bab I.pdf
Bab II.pdf
Bab III.pdf
Bab IV.pdf
Bab V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. H. Marsudi, M.S
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP