Penulis Utama : Gabriella Mercy
NIM / NIP : D0215048
×

ABSTRAK

Komunikasi antarpribadi terjadi minimal di antara dua orang, termasuk di antara anak tunarungu wicara dengan orang-orang disekitarnya. Masalah yang muncul adalah anak tunarungu wicara memiliki kelemahan dalam hal pendengaran dan berbicara sehingga mengakibatkan komunikasi antarpribadi terhambat sebab tidak semua orang mengerti simbol yang digunakan anak tunarungu wicara dalam berkomunikasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam kelompok teori pesan-pesan antarpribadi yaitu teori interaksionisme simbolik dari George Herbert Mead. Interaksi simbolik menjadi sarana bagi anak tunarungu wicara dalam memahami segala hal yang terjadi di sekitar mereka. Teori ini dipilih karena obyek penelitian yang diambil adalah interaksi antara terapis dengan anak tunarungu wicara saat melakukan komunikasi antarpribadi melalui penggunaan simbol verbal dan nonverbal.
Penelitian ini menggunakan salah satu metode penelitian kualitatif yaitu studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antarpribadi secara verbal dan nonverbal terjadi antara seorang terapis dengan anak tunarungu wicara dalam latihan kemampuan berkomunikasi. Penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi, dan dokumentasi. Sampel penelitian diambil melalui purposive sampling dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel yang diambil adalah lima dari tujuh anak tunarungu wicara dan lima dari enam terapis yang ada di Klinik Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Surakarta dengan pertimbangan dari segi usia anak tunarungu wicara dan terapis yang memberikan terapi kepada mereka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak tunarungu wicara diajarkan untuk lebih menggunakan lip reading daripada bahasa isyarat. Terapis memberikan latihan dengan mengajak anak merasakan getaran suara saat terapis berbicara dan meminta anak menirukan perkataan terapis. Keterbatasan penelitian ini adalah ketidakmampuan peneliti berinteraksi dengan anak tunarungu wicara secara langsung sebab peneliti belum memiliki kemampuan yang cukup dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Saat penelitian, ditemukan fakta bahwa anak tunarungu wicara memadukan lip reading dengan bahasa isyarat dalam berkomunikasi dengan orang lain. Jika diimbangi dengan penggunaan alat bantu dengar secara konsisten, kemampuan mendengar anak tunarungu wicara akan semakin baik.


Kata Kunci: Komunikasi Antarpribadi, Anak Tunarungu Wicara, Latihan Kemampuan Berkomunikasi.

 

×
Penulis Utama : Gabriella Mercy
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0215048
Tahun : 2019
Judul : Komunikasi Antarpribadi Terapis dengan Anak Tunarungu Wicara (Studi Kasus Komunikasi Antarpribadi Terapis dengan Anak Tunarungu Wicara dalam Latihan Kemampuan Berkomunikasi di Klinik Sekolah Luar Biasa Negeri Surakarta)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2019
Program Studi : S-1 Ilmu Komunikasi
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. ISIP-Jur. Ilmu Komunikasi-D0215048-2019
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Firdastin Ruthnia Yudiningrum, S.Sos, M.Si.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.