Penulis Utama : John Jaya Abdillah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S421308007
Tahun : 2020
Judul : Pola Konsumsi Rumah Tangga dan Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan-S421308007-2020
Subyek : POLA KONSUMSI PERKAPITA PENDUDUK, ANALISIS TREN, SCATTER DIAGRAM, DAN RANK SPEARMAN
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Dalam aktivitas perekonomian suatu  negara, konsumsi mempunyai peran penting di dalamnya dan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap stabilitas perekonomian. Semakin tinggi tingkat  konsumsi, semakin tinggi tingkat perubahan kegiatan ekonomi dan perubahan dalam pendapatan nasional suatu negara. Pola konsumsi sering digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan. Tingkat kesejahteraan suatu masyarakat dapat pula dikatakan membaik apabila pendapatan meningkat dan sebagian pendapatan tersebut digunakan untuk mengkonsumsi non makanan, begitupun sebaliknya.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola konsumsi makanan dan non makanan di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan desa-kota, mengetahui pola konsumsi di masing-masing kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, serta mengetahui bagaimana hubungan antara pola konsumsi dan tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dalam bentuk analisis tren dan scatter diagram, dan statistik inferensial dengan melihat analisis rank Spearman. Untuk tujuan analisis digunakan data sekunder hasil publikasi yang telah diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah perkotaan mempunyai kecenderungan yang lebih besar pada kebutuhan sekunder/tersier (non makanan) dibandingkan perdesaan. Pada periode 2005-2012, pengeluaran tertinggi di Kota Salatiga sebesar Rp. 926.617 dan terendah di Kabupaten Pemalang sebesar Rp. 333.656. Berdasarkan hasil uji koefisien korelasi peringkat Spearman (rs) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persentase penduduk miskin dengan konsumsi perkapita penduduk. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi konsumsi suatu wilayah maka diasumsikan semakin makmur penduduk wilayah tersebut (pendapatan tinggi).

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
1. Halaman awal.pdf
2. Bab I.pdf
3. Bab II.pdf
4. Bab III.pdf
5. Bab IV.pdf
6. Bab V.pdf
7. Daftar Pustaka.pdf
Lembar Persetujuan Publikasi.jpg
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Vinc. Hadi Wiyono WS, M.A.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana