Penulis Utama : Angger Bagus Iswanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K5415009
Tahun : 2019
Judul : (Studi Ritme Geografi Industri Seni Patung dan Ukir Kabupaten Jepara )Studi Kasus di Desa Mulyoharjo Tahun 2019
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. KIP - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak.KIP-Program Studi Pendidikan Geografi-K5415009-2019
Subyek : INDUSTRI, RITME GEOGRAFI, FAKTOR PRODUKSI.
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Ritme geografi pengadaan bahan baku industri seni patung dan ukir di Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara (2) Ritme geografi daerah tujuan pemasaran produk industri seni patung dan ukir di Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara (3) Permasalahan faktor produksi industri seni patung dan ukir yang ada di kawasan sentra industri seni patung dan ukir di Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara.
Penelitian  ini  mengguanakan  metode deskriptif  kualitatif.  Informan dipilih
secara purposive sampling dan snowball sampling.Responden adalah seorang pengusaha industri seni patung dan ukir di Desa Mulyoharjo yang populasinya sebanyak 104 industri diambil sampel sebanyak 30 industri. Responden dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif model interaktif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Bahan baku yang digunakan adalah kayu jati dan trembesi. Pada tahun 1990 bahan baku berasal dari Jepara. Pada tahun 1997-2005 asal bahan baku meluas ke wilayah Pulau Jawa. Pada tahun 2006-2019asal bahan baku menjauh ke luar Pulau Jawa. Ketersediaan kayu saat ini bukan mengalami kelangkaan tetapi harganya semakin meningkat. (2) Pada tahun
1990-1992 daerah tujuan pemasaran produk di wilayah Kabupaten Jepara saja. Tahun
1993-1995 pemasaran produk dapat menjangkau kota-kota besar di Indonesia. Pemasaran produk ke pasar internasional terjadi pada tahun 1996 hingga sekarang. Pada tahun 2013 jumlah ekspor mengalami peningkatan dengan nilai 7.505.772.91
US$. Pada tahun 2014 hingga 2018 jumlah ekspor mengalami penurunan. (3) Dari 30
pengusaha yang  dijadikan responden terdapat  86,6% industri mengalami masalah dalam permodalan. Industri yang mengalami masalah pada faktor bahan baku sebanyak   73,3%.   Terdapat   66,6%   industri   mengalami   masalah   pada   faktor pemasaran.  Sebanyak  73,3%  industri  mengalami  masalah  dalam  mencari  tenaga kerja. Tenaga kerja yang paling susah dicari adalah tenaga pengukir. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya regenerasi pengukir. Semua industri tidak mengalami masalah pada faktor transportasi.

Kata Kunci : Industri, Ritme Geografi, Faktor Produksi.

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Depan.pdf
BAB I.pdf
BAB 2.pdf
BAB 3.pdf
BAB 4.pdf
BAB 5.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Surat Persetujuan.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Sarwono, M.Pd
2. Dr.Rita Noviani, S.Si.M
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP