Penulis Utama : Karina Widyastuti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0814063
Tahun : 2019
Judul : Determinant of agriculture land productivity growth in developing countries of Southeast Asia
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fakultas Pertanian - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Fakultas Pertanian-Prodi S1 Agribisnis-H0814063-2019
Subyek : ANALISIS PEMASARAN; PEMBANGUNAN EKONOMI BERKELANJUTAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

RINGKASAN
Karina Widyastuti. H0814063. 2019. “Determinant of Agriculture Land Productivity Growth in Developing Countries of Southeast Asia”. Dibimbing oleh Dr. Ir. Sri Marwanti, M.S. dan Setyowati, S.P., M.P. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Produktivitas merupakan prakondisi mendasar untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan. Ketika produktivitas meningkat, sumber daya termasuk tenaga kerja dan modal dapat dialihkan dari produksi makanan ke sektor non-pertanian dalam perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas lahan pertanian Negara-negara berkembang di Asia Tenggara.
Penelitian ini menggunakan metode analisis data panel dan Growth Accounting Framework. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder selama periode 1991 – 2015 dan diambil dari Economic Research Service (ERS) International Agricultural Productivity yang dikelola oleh United States Department of Agriculture (USDA). Data berupa data output pertanian dan input yaitu lahan, tenaga kerja, ternak, mesin, dan pupuk.
Pertumbuhan output pertanian negara-negara berkembang Asia Tenggara utamanya dipengaruhi oleh pertumbuhan produktivitas lahan di bandingkan laju ekspansi lahan. Timor Leste ditemukan memiliki pertumbuhan produktivitas lahan negatif yang disebabkan oleh laju ekspansi lahan yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan output pertaniannya. Hasil penelitian menggunakan data panel Fixed Effects Model menghasilkan fungsi produksi Y = 6,12 – 0,40 L + 0,34 LV + 0,30 M + 0,07 F. Penggunaan input ternak, mesin dan pupuk berpengaruh positif terhadap produktivitas lahan pertanian, sedangkan tenaga kerja berpengaruh negatif. Selanjutnya, hasil Growth Accounting Framework menunjukkan bahwa penggunaan input mesin berkontribusi terbesar terhadap pertumbuhan produktivitas lahan pertanian negara-negara berkembang Asia Tenggara, kecuali Brunei Darussalam dan Malaysia yang utamanya lebih disebabkan oleh ternak. Secara keseluruhan, input mesin dan pupuk merupakan input yang berkontribusi terbesar terhadap pertumbuhan produktivitas lahan pertanian negara-negara berkembang Asia Tenggara. Tiga dari sepuluh negara (Kamboja, Filipina dan Timor Leste) memiliki kontribusi tenaga kerja yang negatif. Selain itu, hasil Growth Accounting Framework juga menunjukkan bahwa produktivitas lahan pertanian negara-negara Asia Tenggara lebih dipengaruhi oleh kontribusi penggunaan input dibandingkan perubahan teknis. Lima dari sepuluh negara berkembang Asia Tenggara ditemukan memiliki perubahan teknis yang negatif yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste dan Vietnam

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
ABSTRAK_RINGKASAN.pdf
BAB 0.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
pernyataan 21.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Ir. Sri Marwanti, M.S.
2. Setyowati, S.P., M.P.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian