Penulis Utama : Juwono
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H.0501043
Tahun : 2007
Judul : Pengaruh penggunaan ampas bir dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik kelinci New Zealand White jantan
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2007
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Peternakan-H.0501043-2007
Subyek : KELINCI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Potensi utama ternak kelinci adalah kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cepat, selain itu kelinci juga menghasikan berbagai ragam produk bermutu yang dibutuhkan pasar. Dalam pemeliharaan kelinci salah satu yang memegang peranan penting adalah masalah manajemen pakan. Pakan harus diperhatikan baik kualitas maupun kuantitasnya untuk dapat menunjang produktifitas ternak. Kebutuhan pakan kelinci dapat dipenuhi dari hijauan segar sebagai pakan utama dan konsentrat sebagai pakan penguat. Ampas bir merupakan limbah hasil industri pengolahan bir yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif dengan kandungan protein yang tinggi dan palatabel bagi ternak. Kandungan gizi ampas bir antara lain berupa protein 25,9 % dan serat kasar 15 % (Ipteknet, 2005). Dengan kandungan gizi diharapkan dapat meningkatkan produktifitas ternak dan dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan pada kelinci New Zealand White jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ampas bir dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada kelinci New Zealand White jantan. Penelitian dilaksanakan di dusun Karangturi RT 05/02, Mudal, Boyolali mulai 17 Maret sampai 27 April 2006. Penelitian ini menggunakan 24 ekor kelinci New Zealand White jantan umur 6 minggu. Ransum yang digunakan terdiri rendeng kacang tanah, konsentrat komersil BR2 dan ampas bir. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah, dengan empat perlakuan (P0, P1, P2, P3) dan enam ulangan dan tiap ulangan berisi 1 ekor kelinci. Perlakuan yang diberikan adalah adalah sebagai berikut: P0 (ransum kontrol dengan 0 % ampas bir), P1 (ransum dengan 10 % ampas bir), P2 (ransum dengan 15 % ampas bir), P3 (ransum dengan 20 % ampas bir). Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering g/ekor/hari berturut-turut dari P0, P1, P2 dan P3 adalah 44,08 g, 41,90 g, 42,30 g, 41,87 g. Konsumsi bahan organik g/ekor/hari berturut-turut dari P0, P1, P2 dan P3 adalah 39,45 g, 37,80 g, 38,09 g, 38,14 g. Kecernaan bahan kering berturut-turut dari P0, P1, P2 dan P3 adalah 65,70 %, 70,90 %, 66,04 %, 63,90 %. Kecernaan bahan organik berturut-turut dari P0, P1, P2 dan P3 adalah 68,08 %, 72,00 %, 68,60 %, 66,29 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan ampas bir dalam ransum sampai level 20 % memberikan pengaruh yang sama terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering, dan kecernaan bahan organik ransum kelinci New Zealand White jantan. Kata kunci : ampas bir, ransum, kecernaan, kelinci
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Juwono.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Sudiyono, MS.
2. Wara Pratitis. S.S., S.Pt., MP.
Catatan Umum : 117/2007
Fakultas : Fak. Pertanian