Penulis Utama : Eka Nursetiadi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0103017
Tahun : 2008
Judul : Kajian macam media dan konsentrasi BAP terhadap multiplikasi tanaman manggis (garcinia mangostana l.) secara in vitro
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2008
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Agronomi-H.0103017-2008
Subyek : MANGGIS
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Buah manggis atau yang mendapat sebutan ”Finest fruit of the Tropics”. Merupakan buah yang memiliki nilai jual yang tinggi dipasaran dunia. Namun setiap satu buah manggis hanya terdapat 1-2 biji yang dapat dijadikan benih, serta biji manggis yang bersifat rekalsitran sehingga biji tidak dapat bertahan lama. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengatasinya dengan metode kultur jaringan. Penggunaan jenis media dan zat pengatur tumbuh pada konsentrasi yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh macam media dan konsentrasi BAP terhadap multiplikasi tanaman manggis (Garcinia mangostana L.) secara in vitro. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Februari - Juli 2008. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif 2 faktor perlakuan dengan 3 pengulangan. Faktor pertama adalah macam media, yaitu : media MS (M1), media WPM (M2), dan media B5 (M3). Faktor kedua adalah taraf konsentrasi BAP, yaitu : 0 ppm (B0), 1 ppm (B1), 2 ppm (B2), dan 3 ppm (B3). Pada setiap kombinasi perlakuan ditambahkan IBA sebanyak 0,5 ppm. Variabel pengamatan meliputi saat muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun serta panjang daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang memberikan hasil yang paling optimal adalah media WPM. Pada media MS, WPM dan B5 memberikan kecenderungan jumlah tunas yang sama. Konsentrasi BAP 2 ppm + IBA 0,5 ppm merupakan konsentrasi yang memberikan hasil yang paling optimal pada panjang tunas dan jumlah daun. Dengan konsentrasi BAP 0 ppm + IBA 0,5 ppm cenderung memberikan hasil yang paling optimal pada panjang daun. Saat muncul tunas tercepat terdapat pada konsentrasi BAP 1 ppm + IBA 0,5 ppm.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
EKA NURSETIADI.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Ir. Endang Yuniastuti, MSi
2. Ir. Retna Bandriyati Arni Putri, MS
Catatan Umum : 174/2008
Fakultas : Fak. Pertanian