Penulis Utama : Sintong Purba Lumbantoruan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0115102
Tahun : 2019
Judul : ANALISIS TEBAL LAPIS TAMBAH (OVERLAY) MENGGUNAKAN MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2017 DAN PROGRAM SHELL PAVEMENT DESIGN METHOD (SPDM) (Studi Kasus: Ruas Jalan Sudirman Barat (Cilacap))
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Teknik - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Teknik, Jur. Teknik Sipil-I0115102-2019
Subyek : TEBAL LAPIS TAMBAH (OVERLAY), MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2017 (MDP 2017), SHELL PAVEMENT DESIGN METHOD (SPDM)
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Untuk perbaikan jalan yang telah rusak ada beberapa macam   penanganan, salah satunya adalah penambahan tebal lapis tambah (overlay). Tebal lapis tambah merupakan lapis perkerasan tambahan yang dipasang  diatas  konstruksi  perkerasan  yang  ada  dengan  tujuan  meningkatkan  kekuatan  struktur perkerasan yang ada agar dapat melayani lalu lintas yang direncanakan selama kurun waktu yang akan datang. Terdapat berbagai macam metode dan pendekatan dari berbgai macam negara yang dapat digunakan untuk perhitungan tebal overlay. Metode dan pendekatan dari berbagai macam negara ini tentunya menghasilkan tebal lapis tambah yang berbeda.

Analisis tebal lapis tambah pada ruas Jalan Sudirman Barat (Cilacap) menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 (MDP 2017) , dengan data yang diperoleh dari lapangan yaitu data Lalu lintas Harian Rata-rata dan data lendutan yang diuji menggunakan alat Falling weight Deflectormeter (FWD), lalu  mengolah data, sedangkan analisis dengan menggunakan Program Shell Pavement Design Method (SPDM) yang dibutuhkan adalah input data nilai ESA 5, pertumbuhan lalu lintas, umur rencana, modulus elastisitas, poisson rasio, dan tebal sturuktur existing kemudian setelah di input didapat tebal lapis tambah pada ruas jalan yang direncanakan.

Hasil analisis pada ruas Jalan Sudirman barat Cilacap dengan menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 di desain berdasarkan lendutan permanen (deformasi permanen) dan lengkung lendutan (retak fatigue).  Berdasarkan  lendutan  permanen  didapat  tebal  lapis  tambah  sebesar  54  mm  dan  lengkung lendutan sebesar 58 mm. sedangkan desain   tebal lapis tambah menggunakan Shell Pavement Design Method didapat sebesar  56 mm.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Surat Pernyataan.pdf
Halaman Awal.pdf
BAB 1.pdf
BAB 2.pdf
BAB 3.pdf
BAB 4.pdf
BAB 5.pdf
Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ary Setyawan
2. Agus Sumarsono
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik