Penulis Utama : Thomas Pebrianto
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP :
Tahun : 2008
Judul : Ragam genetik dan heritabilitas galur-galur padi hibrida (Oryza sativa L.) di desa Tohudan Colomadu Karanganyar
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2008
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Agronomi-H.0104092-2008
Subyek : PADI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Padi dikonsumsi sekitar 95% penduduk Indonesia sebagai makanan pokoknya. Guna mendukung program peningkatan padi di Indonesia, serta agar terciptanya swasembada beras, maka salah satu alternatif yang bisa diambil adalah dengan penerapan teknologi baru yaitu penggunaan padi hibrida yang dapat berproduksi 20-30% diatas padi unggul. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ragam genetik dan nilai heritabilitas galur-galur padi hibrida yang diuji. Penelitian dilaksanakan di desa Tohudan, kecamatan Colomadu, kabupaten Karanganyar pada ketinggian 150 m diatas permukaan laut dengan jenis tanah regosol, dan dilaksanakan pada bulan Desember 2007 sampai bulan April 2008. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) diulang sebanyak tiga kali yang terdiri atas 9 galur: WCR021, WCR032, WCR041, WCR073, WCR107, WCR115, WCR137, WCR140, dan WCR152, serta 3 varietas pembanding: Batang Samo, Intani-2, dan Ciherang. Data hasil pengamatan dianalisa dengan menggunakan uji F taraf 5% dan apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji LSD taraf 5% kemudian dilanjutkan dengan menghitung nilai KVG, KVF, dan H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah gabah hampa tiap malai mempunyai ragam genetik luas. Jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah bernas tiap malai, bobot gabah 1000 butir, dan kadar air panen (%) mempunyai ragam genetik sedang, sedangkan tinggi tanaman, umur 50% berbunga (HST), umur panen, jumlah rumpun, dan hasil gabah kering panen per petak (kg) mempunyai ragam genetik sempit. Nilai heritabilitas tinggi terdapat pada variabel panjang malai, jumlah gabah hampa tiap malai, bobot gabah 1000 butir, dan kadar air panen (%). Umur 50% berbunga (HST), umur panen, jumlah anakan produktif, jumlah gabah bernas tiap malai, dan hasil gabah kering panen per petak (kg) mempunyai nilai heritabilitas sedang. Sedangkan untuk nilai heritabilitas rendah adalah tinggi tanaman, dan jumlah rumpun.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Sri Hartati, MP
2. Ir. Toeranto Sugiyatmo
Catatan Umum : 177/2008
Fakultas : Fak. Pertanian