Penulis Utama : Muhammad Sirotol Mustaqim
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S111508011
Tahun : 2019
Judul : Tindak tutur ekspresif antologi cerpen Penjagal itu Telah Mati karya Gunawan Budi Susanto
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana prodi Pendidikan Liguistik-S111508011-2019
Subyek : CERPEN
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Tujuan penelitian meliputi 3 hal yaitu (1) mencari apa sajakah jenis-jenis tindak tutur ekspresif, (2) menemukan bentuk interseksi (ketersinggungan) jenis tindak tutur, dan (3) menemukan penggunaan tindak tutur langsung dan tidak langsung digunakan tokoh dalam antologi cerpen Penjagal Itu Telah Mati karya Gunawan Budi Susanto berdasarkan pendekatan dimensi personal, sosial, dan budaya.
Penelitian ini deskriptif-kualitatif, dengan pendekatan teori pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah antologi cerpen Penjagal Itu Telah Mati, dan data penelitian ini adalah tuturan yang di dalamnya mengandung tindak tutur ekspresif. Peneliti menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan metode analisis dokumen atau dokumentasi.
Hasil analisis penelitian ini sebagai berikut: 1). Hasil penelitian yang diperoleh dari keseluruhan data yang berjumlah 113 data, ditemukan ada 19 jenis tindak tutur ekspresif yang terdiri dari tindak tutur ekspresif; meminta maaf 19 data (14,28%), memuji 12 data (9,02%), berterima kasih dan menyetujui 9 data (6,76%), membantah, berharap dan salam 8 data (6,01%), memprotes 8 data (6,01%). Kemudian tindak tutur ekspresif bersimpati 5 data (3,75%), menyalahkan, bersyukur, dan mengkritik 4 data (3,00%), menyesalkan dan mengecam 3 data (2,25%), mengutuk, mengejek, mengucapkan selamat dan mengumpat 2 data (1,50%), dan berduka cita 1 data (0,75%).  2). 1. Bentuk tindak tutur langsung literal ada ada 92 data pemakaian yang meliputi ekspresif meminta maaf 14 data, memuji 11 data, berterima kasih, berharap, menyetejui 8 data, salam, membantah 7 data, bersimpati 5 data, memprotes 4 data, menyalahkan, bersyukur, mengkritik 3 data, memprotes, mengecam, menyesalkan, mengucapkan   selamat,   mengutuk,   2   data,   dan   mengejek,   berduka   cita,   dan mengumpat 1 data. 2. penggunaan bentuk tindak tutur tidak langsung literal ada 19 data pemakaian yang meliputi ekspresif meminta maaf 5 data, memprotes 4 data, dan memuji,   membantah,   menyesalkan,   salam,   bersyukur,   menyetujui,   mengejek, menyalahkan,  mengecam,  berterima  kasih  1  data.  3.  bentuk  tindak  tutur  tidak langsung tidak literal ada 2 data pemakaian yang meliputi ekspresif mengkritik dan mengumpat. 3). Penggunaan tindak tutur langsung berupa pendekatan dimensi personal memiliki data temuan sebanyak 49 data, sedangkan dalam tindak tutur tidak langsung pendekatan dimensi personal hanya ditemukan 11 data temuan saja. Kemudian  dalam  pendekatan  dimensi  sosial  penggunaan  tindak  tutur  langsung didapati data temuan sebanyak 13 data, sedangkan dalam penggunaan tindak tutur tidak langsung didapati data temuan sebanyak 3 data saja. Selanjutnya penggunaan tindak tutur langsung dalam pendekatan dimensi budaya ditemui penggunaanya sebanyak 16 data temuan, dan dalam penggunaan tindak tutur tidak langsung pendekatan dimensi budaya hanya didapati data temuan sebanyak 5 data temuan. Simpulan penelitian ini mencakup 3 (tiga) hal. Pertama, pemakaian tuturan ekspresif berupa ucapan meminta maaf lebih banyak muncul dan sering digunakan dalam bertutur para tokoh pada cerpen Penjagal Itu Telah Mati berpresentase (14,28%), 19 data. Dan paling sedikit muncul adalah ucapan mengutuk, mengejek, mengucapkan selamat dan mengumpat (1,50%) atau 2 data, dan berduka cita (0,75%) atau 1 data temuan, meski variasi jenisnya banyak digunakan tetapi presentasi munculnya sangatlah kecil atau sedikit. Kedua, penggunaan bentuk tuturan langsung literal lebih banyak digunakan untuk menyampaikan maksud secara gamblang, jelas, dan tanpa tudung aling-aling ketika berkomunikasi dan langsung pada titik point pembicaraan. Dan banyaknya penggunaan tindak tutur tidak langsung literal juga digunakan para tokoh  sebagai  bentuk  tuturan  untuk  menyampaikan  maksud  yang  tersirat  kepada lawan tuturnya agar lebih halus dan diterima secara psikologis tokoh. Ketiga, faktor- faktor  internal  dan  eksternal  baik  dari  pendekatan  dimensi  personal,  sosial,  dan budaya memberikan pengaruh besar dalam berkomunikasi dan memiliki keterikatan hubungan yang membentuk tokoh dalam cerita cerpen Penjagal Itu Telah Mati. Seperti  dalam  dimensi  personal  yang  melibatkan  faktor  psikologis  tokoh.  Dari dimensi sosial, dari segi konteks sosial, situasi atau keadaan sosial meliputi, norma- norma atau kebiasaan sosial yang melingkupi sebuah komunikasi antara penutur dan lawan tutur. Pada segi budaya, faktor kebudayaan dapat mempengaruhi tindak tutur langsung dan tidak langsung tokoh dalam berkomunikasi. Corak bahasa yang dipakai oleh para tokoh dalam cerpen tersebut, dan etnis mereka dapat memperlihatkan bagaiamana adat istiadat, tradisi, dan kepercayaan setempat yang dianut. Semua ini dapat mempengaruhi penggunaan tindak tutur para tokoh dalam berkomunikasi.

Kata Kunci: Antologi Cerpen, Pragmatik, Tindak Tutur

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
pernyataan .pdf
A. Cover .pdf
E. BAB I .pdf
F. BAB II .pdf
G. BAB III .pdf
H. BAB IV .pdf
I. BAB V .pdf
J. Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Djatmika, M.A
2. Dr. Sri Marmanto, M. Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana