Penulis Utama : Firdauzia Nur Fatimah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S841602013
Tahun : 2017
Judul : Nilai Kearifan Lokal Cerita Rakyat Banyuwangi dan Relevansinya dengan Pembelajaran Teks Cerpen Kelas X Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyuwangi
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2017
Kolasi :
Sumber : UNS- Pascasarjana, Prodi. Magister Pendidikan Bahasa Indonesia - S841602013-2017
Subyek : NILAI KEARIFAN LOKAL, CERITA RAKYAT, PENDIDIKAN KARAKTER
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan wujud budya dalam cerita rakyat Banyuwangi; 2) mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal dari cerita rakyat  Banyuwangi;  3)  mendeskripsikan  relevansinya  dengan  materi pembelajaran teks cerpen kelas X Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyuwangi.
Penelitian  ini  merupakan  penelitian  kualitatif  dengan  desain  deskriptif yang mengkaji kearifan lokal pada cerita rakyat dengan pendekatan antropologi sastra. Data berwujud nilai-nilai kearifan lokal dari cerita rakyat Banyuwangi. Sumber data berupa cerita rakyat yang diceritakan secara lisan oleh masyarakat secara   turun   temurun.   Teknik   pengumpulan   data   dengan   observasi   dan wawancara. Data yang diperoleh divalidasi dengan triangulai teori, triangulasi sumber dan triangulasi metode. Selanjutnya, data dianalisis berdasarkan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap, meliputi (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan
Hasil penelitian ini berupa wujud budaya cerita rakyat Banyuwangi, nilai kearifan lokal dari cerita rakyat, dan relevansinya dengan materi pembelajaran teks cerpen kelas X Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyuwangi. Wujud budaya dalam cerita rakyat Banyuwangi ada tiga, yakni (1) wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide, gagasan, nilai, norma, dan peraturan dari kedua cerita rakyat difokuskan pada pedoman hidup, (2) wujud kebudayaan sebagai kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat pada cerita Dewi Sritanjung   berhubungan   dengan   aktivitas   religi   dan   cerita   Sayu   Wiwit berhubungan dengan aktivitas politik, (3) wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil hasil karya manusia pada cerita Dewi Sritanjung berupa sumur Sritanjung di daerah Tumenggungan dan pada cerita Sayu Wiwit berupa monumen tetengger di Desa Bayu Kecamatan Songgon. Nilai-nilai kearifan lokal dari dua cerita rakyat tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, nilai kearifan lokal dari cerita Dewi Sritanjung, yakni religius, jujur, dan ikhlas. Kedua, nilai kearifan lokal dari cerita rakyat Sayu Wiwit, yakni percaya diri, kreatif, dan pantang menyerah. Relevansi nilai kearifan lokal dengan materi pembelajaran menulis teks cerpen sebagai berikut. Pada materi pembelajaran melestarikan nilai kearifan lokal melalui cerita rakyat guru telah mengarahkan siswa untuk mencari tahu asal usul daerah di tiap kecamatan  atau  desa  tempat  mereka  tinggal.  Hal  tersebut  sudah  sangat  baik sebagai upaya pengenalan budaya daerah dengan mengadaptasi nilai-nilai kearifan lokal untuk mewujudkan pendidikan karakter.

Kata Kunci: nilai kearifan lokal, cerita rakyat, pendidikan karakter.

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Pernyataan persetujuan publikasi.pdf
3. HALAMAN.pdf
4 BAB I.pdf
5 BAB II.pdf
6 BAB III.pdf
7 BAB IV.pdf
8 BAB V.pdf
9 DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Edy Tri Sulistyo, M. Pd.
2. Dr. Kundharu Saddhono, M. Hum.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana