Penulis Utama : Lusminah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H.0304031
Tahun : 2008
Judul : Analisis potensi wilayah kecamatan berbasis komoditi pertanian dalam pembangunan daerah di Kabupaten cilacap (pendekatan location quotient dan shift share analysis)
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2008
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Sosial Ekonomi Pertanian/Agrobisnis-H.0304031-2008
Subyek : KOMODITI PERTANIAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAKSI Keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah sangat tergantung pada kemampuan daerah untuk mengembangkan segenap potensi yang ada di daerahnya. Pengoptimalan potensi sektor pertanian dapat dilakukan dengan penentuan prioritas pengembangan komoditi pertanian yang menjadi basis di masing-masing kecamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komoditi pertanian basis di masing-masing kecamatan di Kabupaten Cilacap, mengetahui komoditi pertanian basis yang mempunyai pertumbuhan cepat dan daya saing yang baik di masing-masing kecamatan di Kabupaten Cilacap, mengetahui komoditi pertanian basis yang diprioritaskan untuk dikembangkan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Cilacap. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode pengambilan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data produksi komoditi pertanian tiap kecamatan di Kabupaten Cilacap tahun 2005 dan 2006, data harga rata-rata komoditi pertanian di tingkat produsen di Kabupaten Cilacap tahun 2005 dan 2006, Kabupaten Cilacap dalam Angka 2005 dan 2006, Properda Kabupaten Cilacap. Metode analisis data yang digunakan yaitu LQ, analisis Shift Share, dan gabungan LQ dan Shift Share. Hasil penelitian menunjukkan komoditi pertanian yang menjadi basis di sebagian besar kecamatan di Kabupaten Cilacap adalah padi sawah, ketela pohon, ketela rambat, jagung, kacang hijau, padi gogo, kacang tanah, kacang panjang, mangga, rambutan, pepaya, pisang, jambu biji, dan sukun (untuk sub sektor tabama), kelapa dalem (untuk sub sektor tanaman perkebunan), jati dan mahoni (untuk sub sektor kehutanan), ayam kampung, sapi potong, domba, kambing (untuk sub sektor peternakan), nila, tawes, ikan mas, lele (untuk sub sektor perikanan). Berdasarkan hasil analisis komponen pertumbuhan proporsional komoditi pertanian basis masing-masing kecamatan di Kabupaten Cilacap, komoditi pertanian basis yang mempunyai pertumbuhan cepat adalah: padi sawah, padi gogo, ketela pohon, ketela rambat, kedelai, kacang hijau, kacang panjang, cabe rawit, cabe besar, kangkung, bayam, terong, ketimun, tomat, rambutan, jeruk siam, belimbing, manggis, nangka, jambu biji, sirsak, sawo, pepaya, pisang, nanas, salak, sukun, jambu air, semangka, petai, karet, jambu mete, panili, kakao, kapulogo, kunyit, kencur, lengkuas, jati, mahoni, kayu lain, ayam kampung, ayam ras pedaging, itik, itik manila, sapi potong, kambing, domba, kuda, babi, kelinci, ikan mas, tawes, nila, lele, ikan gabus, ikan tambakan, belut, sidat, kepiting, bandeng, kerapu, belanak, udang sungai, udang tambak, udang lobster, udang krosok, udang rebon, bawal putih, tongkol tuna, tengiri, kakap, layaran, cucut, ikan pari, montok, lemeru, cakalang, dan cumi-cumi. Berdasarkan hasil analisis komponen pertumbuhan pangsa wilayah komoditi pertanian basis masing-masing kecamatan di Kabupaten Cilacap, komoditi pertanian basis yang mempunyai daya saing adalah: padi sawah, padi gogo, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang panjang, cabe rawit, cabe besar, kangkung, bayam, terong, ketimun, tomat, alpukat, mangga, rambutan, duku, jeruk siam, belimbing, manggis, nangka, doerian, jambu biji, sirsak, melinjo, sawo, pepaya, pisang, nanas, salak, sukun, jambu air, jambu air, semangka, dan petai, kelapa dalem, kelapa deres, kelapa hibrida, kapuk, karet, kakao, kopi, cengkeh, lada, panili, jambu mete, kapulogo, kunyit, lengkuas, jati, mahoni, kayu lain, ayam kampung, ayam ras petelur, ayam ras pedaging, itik, angsa, itik manila, puyuh, sapi potong, kerbau, kambing, domba, kuda, babi, kelinci, ikan mas, gurami, tawes, nila, lele, ikan gabus, ikan tambakan, belut, sidat, kepiting, bandeng, kerapu, belanak, udang sungai, udang tambak, udang jerbung, udang dogol, udang barat, udang rebon, udang krosok, bawal putih, tongkol bakor, tongkol tuna, cucut, manyung, ikan pari, montok, layur, kacangan, dan ikan rucah. Berdasarkan hasil analisis prioritas pengembangan komoditi pertanian basis masing-masing kecamatan di Kabupaten Cilacap, Komoditi pertanian yang perlu dipertimbangkan untuk di kembangkan di tiap kecamatan di Kabupaten Cilacap adalah padi sawah di Kecamatan Kedungreja, Patimuan, Gandrungmangu, dan Cilacap Utara; padi gogo di Kecamatan Sidareja dan Jeruklegi; ketela pohon di Kecamatan Majenang, Karangpucung, Cipari, Cilacap Selatan, dan Cilacap Tengah; kacang hijau di Kecamatan Kampung Laut; tomat di Kecamatan Binangun; rambutan, manggis, karet dan kunyit di Kecamatan Dayeuhluhur; kapulogo di Kecamatan Majenang; kakao dan jambu mete di Kecamatan Jeruklegi; jati di Kecamatan Cimanggu; ayam ras pedaging di Kecamatan Maos dan Kroya; itik di Kecamatan Sampang; itik manila di Kecamatan Adipala; nila di Kecamatan Wanareja; lele di Kecamatan Kesugihan; udang tambak di Kecamatan Bantarsari dan Kawunganten; tongkol tuna, bawal putih, dan cucut di Kecamatan Cilacap Selatan; udang rebon di Kecamatan Cilacap Utara.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
lusminah.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Ropingi, M.Si
2. Setyowati, S.P., M.P
Catatan Umum : 269/2008
Fakultas : Fak. Pertanian