Penulis Utama : Fiqih Aisyatul Farokhah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S701602002
Tahun : 2019
Judul : Wacana seksualitas Sales Promotion Girl (SPG) pada novel The Curse of Beauty karya Indah Hanaco
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasaraja Prodi Kajian Budaya-S701602002-2019
Subyek : SALES PROMOTION GIRLS
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Seks dan seksualitas merupakan sebuah konstruksi, sehingga seks dan seksualitas tidak hanya merupakan wacana tubuh dan keinginan atau sekedar kebutuhan biologis tetapi juga sebuah wacana kekuasaan. Di dalam budaya patriarki,   tubuh   perempuan   dikonsumsi   sebagai   objek   pandang,   sentuhan, keinginan pria, dan ideologi. Pada masyarakat postmodern, seksualitas diwarnai oleh semua fenomena seksual yang bertentangan dengan etika atau norma sosial. Dimasa milenial ini dimana konsumsi tidak hanya berbicara tentang produk tetapi juga keinginan. Tingginya tingkat konsumerisme yang terjadi menjadi peluang tersendiri bagi para penyedia jasa SPG. Banyaknya permintaan jasa ini memunculkan berbagai agensi penyalur SPG. Memiliki paras cantik, badan tinggi, tubuh langsing, kulit mulus, tubuh seksi mewarnai ketentuan untuk pelamar pekerjaan   ini.   Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   bentuk   wacana seksualitas  yang digambarkan oleh pengarang dalam novel pop  The Curse of Beauty karya Indah Hanaco; mengetahui latar belakang munculnya wacana seksualitas yang dialami oleh Sales Promotion Girl (SPG) yang tergambarkan dalam  novel  pop  karya  Indah  Hanaco  The Curse of  Beauty;  dan  mengetahui bentuk kekerasan simbolis yang dialami oleh Sales Promotion Girl (SPG) yang tergambarkan dalam novel pop The Curse of Beauty karya Indah Hanaco. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif interpretatif. Penelitian ini juga menggunakan teori wacana dari Michael Foucault untuk membedah seksualitas SPG dalam novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja sebagai SPG yang tergambarkan dalam novel mengalami marginalisasi serta opresi melalui wacana seksualitas yang terbentuk pula dalam wacana-wacan kecil seperti; wacana kecantikan yang terbentuk melalui adanya mitos-mitos kecantikan yang berkembang di masyarakat dengan berwujud standarisasi kecantikan. Selanjutnya, wacana seksualitas yang berkembang di masyarakat dibalut dengan tradisi dan agama. Dan wacana keperawanan yang tertuang dalam mitos-mitos keperawanan. Mitos keperawanan ini melekat erat dengan domestikasi perempuan dimana perempuan yang hanya berdiam diri di rumah memiliki pandangan positif karena mampu menjaga diri serta kesucianya. Sebaliknya perempuan yang sering keluar rumah bahkan bekerja sebagai SPG sudah pasti diragukan kegadisanya. Dengan kata lain, kesemua wacana tersebut membentuk  perempuan  sebagai  korban  dari  kekerasan  simbolis.  Perempuan seakan ditinggikan melalui kecantikan mereka, sebaliknya dibalik bujuk serta iming-iming tersebut mereka menjadi subjekyang patuh pada segala bentuk ketertindasan yang mengarah pada mereka

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
202003171059181008.jpg
Cover .pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV .pdf
BAB V .pdf
DAFTAR PUSTAKA FIX.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Sri Kusumo Habsari, M.Hum. Ph.D.
2. Prof. Drs. Mugijatna M.Si. Ph.D
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana