Penulis Utama : Ela Aprilia Putriningtias
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C0512024
Tahun : 2016
Judul : Industri Perkebunan Tebu di Residensi Madiun Pada Masa Akhir Kolonial (1900-1942)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FIB - 2016
Kolasi :
Sumber : UNS-FIB Prodi S1 Ilmu Sejarah-C0512024- 2016
Subyek : KRISIS EKONOMI; MASA KOLONIAL AKHIR; PERKEBUNAN; TEBU; MADIUN;
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Ela  Aprilia  Putriningtias.  C.0512024.  2016.  Industri  Perkebunan  Tebu  di Residensi  Madiun  Pada  Masa  Akhir  Kolonial  (1900-1942).  Skripsi:  Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret
Penelitian sejarah industri perkebunan tebu di Madiun pada masa kolonial akhir ini bertujuan untuk mengetahui kondisi industri perkebunan tebu di Madiun sebelum krisis ekonomi tahun 1929 dan untuk mengetahui perkembangan industri perkebunan  tebu  di  Madiun  pada  masa  krisis  ekonomi  1929  dan  sesudahnya hingga tahun 1942.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dimulai dengan tahap heuristik, yakni pengumpulan data dari berbagai sumber sejarah sezaman yang berupa arsip dan dokumen. Tahap selanjutnya kritik sumber, yakni untuk mendapatkan data yang valid, interpretasi yaitu tahap menganalisis data sehingga memperoleh fakta dalam suatu peristiwa, dan terakhir penulisan hasil penelitian atau historiografi.
Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa  perkembangan industri perkebunan tebu di Madiun sebelum krisis ekonomi 1929 terus mengalami peningkatan  yakni meliputi perluasan areal tanam, peningkatan jumlah tenaga kerja yang terserap, perkembangan sarana transportasi, serta pembangunan sarana irigasi. Adanya kelonggaran dalam penyewaan  tanah telah terjadi sejak  tahun
1870 terkait adanya UUA ((Undang-Undang Agraria), hingga pada tahun 1918 muncul ketentuan No. 88 mengenai adanya hak industri untuk mengatur upah maupun sewa sendiri. Ketentuan tersebut memberikan kompensasi perpanjangan hak sewa bagi industri gula hingga lima puluh tahun, ini menjadi faktor penting awal  pertumbuhan  industri  perkebunan  tebu   pada  abad  ke-20.  Memasuki dasawarsa ketiga abad dua puluh produksi gula di Madiun semakin melimpah bahkan  mengalami  penumpukan  produksi.  Namun  pada  tahun  1929  krisis ekonomi menimpa perekonomian Hindia Belanda, perkebunan tebu di Madiun mengalami kemerosotan. Untuk mengatasi kebangkritan industri gula, pemerintah melakukan pembatasan terhadap arus distribusi gula.
Industri perkebunan tebu di Residensi Madiun pada masa akhir kolonial (1900-1942) mengalami kenaikan dan kemerosotan. Adapun nilai penting dari perkembangan industri perkebunan tebu adalah menjadi proses peredaran arus uang di kalangan masyarakat yang diperoleh dari upah kerja maupun upah sewa.

Kata kunci: KRISIS EKONOMI; MASA KOLONIAL AKHIR; PERKEBUNAN; TEBU; MADIUN;

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
pernyataan 75.pdf
abstrak.pdf
bab 0.pdf
bab I.pdf
BAB II.pdf
bab III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Warto, M. Hum
2. Dra. Sawitri Pri P, M. Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya