Penulis Utama : Christian Prasetyo Adi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0312018
Tahun : 2012
Judul : AGAMA DAN ALIENASI (Studi Kasus Calon Pasangan Beda Agama Terhadap Marginalisasi Masyarakat)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2012
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Prodi S1 Sosiologi-D0312018-2012
Subyek : AGAMA; PASANGAN BEDA AGAMA;
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Christian Prasetyo  Adi.  D0312018.  2012.  AGAMA DAN ALIENASI  (Studi Kasus Calon Pasangan Beda Agama Terhadap Marginalisasi Masyarakat) Skripsi. Pogram Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Calon pasangan atau yang biasa di sebut dengan pacaran adalah status hubungan yang tidak resmi dimana seorang pria dan seorang wanita belajar untuk saling menjalin hubungan yang diorientasikan untuk membentuk hubungan yang lebih serius yakni membentuk sebuah keluarga dengan jalan perkawinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan permasalahan yang di alami oleh pasangan beda agama dalam menjalani hubungannya. Peneliti  mengambil sudut pandang masyarakat sebagai representasi nilai yang berlaku saat ini. Dahulu pacaran   dianggap sebagai suatu hal yang dianggap tabu dan bahkan sangat dilarang karena tidak sejalan dengan nilai dan norma khususnya dalam pandangan agama yang pada saat itu sifatnya sangat mengikat kuat terhadap masyarakat. Terlebih lagi pacaran yang dilakukan oleh dua orang yang berbeda agama.

Pengambilan keputusan yang di ambil oleh  pasangan beda agama adalah pengambilan keputusan yang tidak mudah, Pada dasarnya semua orang menginginkan pasangan yang memiliki agama yang sama. Landasan akan kebenaran yang berbeda akan memicu sebuah pertentangan perbedaan pendapat, dan perbedaan pendapat akan menimbulkan perdebatan dan pertetentangan.. Perdebatan yang terjadi antar pasangan akan jauh emosional dan serius karena memiliki beban ikatan baik secara emosional maupun secara rasional. Sehingga secara tidak langsung perbedaan tersebut membuat hubungan dengan dua keyakinan  yang berbeda menjadi rentan konflik.  Berbagai permasalahan  yang dialami oleh pasangan beda agama baik yang berstatus pasangan sah (menikah) atau pasangan yang masih dalam  tahap pacaran diawali dari  sisi psikologi kedua belah pihak. Banyak yang merasa bahwa menjalin hubungan dengan pasangan beda agama memiliki resiko akan konflik yang lebih tinggi karena dimulai adanya perbedaan pemikiran dari pasangan. Permasalahan tidak berakhir pada internal pasangan saja, perspektif buruk yang tumbuh di dalam masyarakat tidak bisa dianggap sebagai masalah yang ringan yang secara manifest pada ahirnya memicu kontrol sosial yang berupa gossip, teguran, hingga paksaan. Hal ini menimbulkan beban tersendiri bagi pasangan beda agama. Disisi lain perkawinan beda agama adalah  perkawinan   yang  dilarang  oleh  undang-undang.  Namun  tetap  bisa dilakukan  dan  di  sahkan  dengan  prosedur  yang berbeda dan  cenderung lebih rumit.

Kata Kunci : AGAMA; PASANGAN BEDA AGAMA;

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
pernyataan 76.pdf
abstrak.pdf
bab0.pdf
bab1.pdf
bab2.pdf
bab3.pdf
bab4.pdf
bab5.pdf
dapus.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Muh Rosyid Ridlo, S.Ag, M.S.I
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP