Penulis Utama : Siti Naharin
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Gambaran pemuda dalam Tetralogi pulau buru (sebuah tinjauan sosiologi sastra)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Sastra UNS - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Sastra NIM.C0296048-2004
Subyek : PEMERINTAH DAERAH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini mengungkapkan (1) Deskripsi unsur-unsur intrinsik tetralogi Pulau Buru dalam membentuk makna totalitas. (2) Deskripsi gambaran pemuda dalam masyarakat. (3) Deskripsi faktor-faktor penghambat bagi gerak pemuda. (4) Respon pengarang terhadap permasalahan sosial, khususnya pemuda.

Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural untuk menganalisis keterjalinan unsur-unsur intrinsik karya yang bersangkutan. Pendekatan sosiologi sastra dipakai untuk menganalisis gambaran pemuda dalam masyarakat. Sumber data dalam penelitian ini adalah roman Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer ditunjang dengan beberapa buku hasil penelitian sebelumnya dan buku-buku kepemudaan. Data kemudian diolah dan mengalami proses reduksi sesuai permasalahannya. Metode pemecahan masalah itu meliputi teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data dan teknik penarikan simpulan. Pengumpulan data diperoleh melalui studi pustaka. Teknik pengolahan data terdiri dari tahapan-tahapan deskriptif, klasifikasi, analisis, interpretasi dan evaluasi. Teknik penarikan simpulan didasarkan pada penarikan simpulan secara induktif.

Struktur intrinsik karya dalam Tetralogi Pulau Buru menunjukkan keterjalinan yang erat. Pengarang menempatkan pemuda sebagai pelopor perubahan dalam masyarakat. Melakukan konsolidasi untuk membangun sebuah organisasi yang solid. Melakukan kampanye dan diskusi bersama baik melalui pengorganisasian maupun media massa yang bebas dari kepentingan modal. Pemuda mengkondisikan agar perempuan terlibat aktif dalam organisasi, melepaskan diri dari budaya feodal-patriarkhis, berpola pikir terbuka. Hambatan yang dihadapi menuju perubahan sangat berragam baik dari dalam organisasi maupun dari luar, seperti represivitas penguasa, budaya feodal yang masih berakar kuat, kehadiran kaum oportunis, dan lain-lain. Pengarang menunjukkan kepercayaannya kepada kaum muda untuk memperbaiki kehidupan yang akan datang dengan mendeskripsikan sejarah melalui karya fiksinya.

Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa kepaduan berbagai unsur menjadikan roman berwujud. Tiap bagian menjadi berarti setelah ada dalam hubungannya dengan unsur-unsur lain. Pemuda agen perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Pemuda adalah pemimpin bangsa. Kekuasaan cenderung mempertahankan kekuasaannya dengan hukum dan kekuatan tentara yang dimiliki. Represivitas kekuasaan, budaya feodal, keberadaan kaum oportunis merupakan faktor-faktor penghambat pemuda dalam menjalankan tugasnya sebagai agen perubahan.

Diharapkan dari penelitian ini, kaum muda kembali menyadari posisinya sebagai agen perubahan.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Dra. Murtini, M.S.
2. Asep Yudha Wirajaya, S.S
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa