Penulis Utama : Rutiana D. Wahyunengseh
Penulis Tambahan : 1. Sri Hastjarjo
2. Didik Gunawan Suharto
3.
NIM / NIP : 19..
Tahun : 2019
Judul : Kebijakan penanggulangan kemiskinandalam perspektif collaborative governance
Edisi :
Imprint : Surakarta - UNS Press - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-F.ISIP-2019
Subyek : PEMERINTAHAN
Jenis Dokumen : Book Chapter
ISSN :
ISBN : 978-602-397-295-1
Abstrak :

Buku  “Kebijakan  Penanggulangan  Kemiskinan  dalam Perspektif Collaborative Governance” ini merupakan kumpulan tulisan yang  dihasilkan  dari  penelitian  dengan  topik  besar  kebijakan kemiskinan. Pokok-pokok pikiran yang dikompilasi dalam buku ini juga pernah  digunakan  sebagai  bahan  presentasi  di  beberapa  intenational conference yang dipublikasikan dalam bahasa asing (english).

Gagasan  yang  ditulis  dalam  buku  ini  membahas  isu  kemiskinan sebagai  fenomena  masalah  publik  yang  bersifat  multidmensional  dan  kontekstual.  Isu  kemiskinan  yang  dibahas  buku  ini  merujuk  pada tantangan  isu  strategis  Sustainable  Development  Goals  yang  menjadi fokus pembangunan global hingga tahun 2030. Pemerintah pusat hingga pemerintah Daerah diamanatkan  mengamankan  pencapaian target-target SDGs,  dimana  isu  kemiskinan  menempati  posisi  tujuan  SDGs  yang pertama.

Implementasi kebijakan  penanggulangan  kemiskinan  memerlukan kolaborasi  dengan  dunia  usaha  dalam  kerangka  anggaran  CSR (Corporate  Social  Responsibility)  atau  TJSLP  (Tanggungjawab  Sosial Lingkungan Perusahaan). Selain dunia usaha, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga memerlukan kolaborasi dengan masyarakat sipil untuk pemberdayaan masyarakat. Efek kolaborasi multi aktor dalam kebijakan penanggulangan kemiskinan rentan memunculkan beberapa ekses yang tidak  dikehendaki  dan  berpotensi  kontra  produktif.  Fenomena  tersebut dalam buku ini direpresentasikan dalam bahasan tentang efek patologis implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan.

Pasca  revolusi  industri  4.0  menuju  Society  5.0,  kebijakan penanggulangan  kemiskinan  tidak  dapat dilepaskan  dari penetrasi  ICT dalam  pelaksanaannya. Penetrasi ICT menimbulkan  isu digital poverty  sebagai  akibat  digital  devide  yang  dialami  oleh  kelompok  miskin. Dalam  kondisi  demikian  broker  informasi  memainkan  peranan  penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha dengan kelompok miskin. Buku  ini membahas isu tersebut di bawah kumpulan artikel yang membahas ICT dan kemiskinan.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Buku_bagian awal.pdf
File Dokumen : Scan25.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. -
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP