Penulis Utama : Anisa Triayuningsih
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C0512009
Tahun : 2016
Judul : Sejarah Budidaya Tembakau melalui Program Intensifikasi Tembakau Vorstenlands (ITVL) di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten Tahun 1983-1998
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ilmu Budaya - 2016
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ilmu Budaya Prog. Studi Ilmu Sejarah-C0512009-2016
Subyek : INTENSIFIKASI, KEBIJAKAN, LAHAN, PERKEBUNAN, TEMBAKAU, WEDI.
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Penelitian  ini  merupakan  penelitian  historis,  yang mendiskripsikan  tentang budidaya  tembakau  melalui  program  intensifikasi  tembakau  Vorstenlands  (ITVL) pada  tahun  1983-1998  di  Kecamatan  Wedi,  Kabupaten  Klaten.  Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang adanya pelaksanaan Program Intensifikasi Tembakau Vorstenlands (ITVL) pada tahun 1983-1998, (2) peran petani dalam pelaksanaan Program Intensifikasi Tembakau Vorstenlands (ITVL) pada tahun 1983-1998, dan (3) dampak pelaksanaan Program Intensifikasi Tembakau Vorstenlands (ITVL) terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar dan perkebunan tembakau di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten tahun 1983-1998.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber baik interen maupun eksteren, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen berupa arsip-arsip mengenai program ITVL yang didapat dari PTPN X Klaten, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Klaten, serta BPS Kabupaten Klaten, dan wawancara dengan beberapa petani peserta ITVL, serta Kepala Gudang Pengolahan Wedi-birit. Setelah   pengumpulan   data,   kemudian   data   dianalisis   dan   diinterpretasikan berdasarkan kronologisnya. Selanjutnya untuk menganalisa data, digunakan pendekatan ekonomi dan sosiologi.
Hasil penelitian menunjukkan, pertama, adanya penurunan hasil produksi tembakau yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman petani dan kurangnya tenaga ahli,   kemudian   mengakibatkan   menurunnya   jumlah   ekspor   tembakau,   dan memberikan imbas terhadap menurunnya pendapatan dan kesejahteraan petani. Hal tersebut yang melatarbelakangi diterapkannya program Intensifikasi Tembakau Vorstenlands (ITVL). Kedua, hubungan yang terjalin antara petani dan pihak perkebunan awalnya berlandaskan atas hubungan saling menguntungkan, namun kemudian petani merasa dirugikan dengan diberlakukannya SK Bupati yang mengharuskan petani menyewakan lahannya kepada pihak perkebunan. Ketiga, dari program ITVL ini menimbulkan terjadinya dampak positif maupun negatif, terutama terhadap petani peserta program ITVL. Adapun dampak positif tersebut yaitu saat panen tembakau mengalami peningkatan, maka petani mengalami peningkatan pendapatan, selain itu, terdapat peluang kerja seperti perekrutan buruh perkebunan yang ikut meningkat. Adapun dampak negatif yang terjadi yaitu adanya kesenjangan sosial antara pegawai perkebunan dengan petani, yang diakibatkan oleh perbedaan pendapatan, kemudian memunculkan protes dari petani.
Kesimpulan yang dapat diambil, tidak selamanya program ITVL memberikan dampak positif kepada masyarakat, karena hanya menguntungkan pihak perkebunan saja. Hal ini disebabkan karena pihak perkebunan lebih dekat dengan pemerintah, sehingga  menjadikan  petani  dalam  posisi  yang  lemah  dalam  kerjasama  program ITVL. Tetapi harus diingat pula, pada musim-musim tertentu program ITVL juga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
SURAT PERNYATAAN.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Warto, M. Hum
2. Drs. Suhardi, MA
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya