Penulis Utama : Agung Budi Suristio
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G0013010
Tahun : 2016
Judul : Efek Terapi Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis Angulata L.) terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Tikus (Rattus norvegicus) Model Hiperkolesterolemia
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2016
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran Jur. Kedokteran-G0013010-2016
Subyek : EKSTRAK DAUN CIPLUKAN, LEMAK BABI, PERLEMAKAN HISTOPATOLOGI HEPAR
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Latar Belakang: Penyakit fatty liver merupakan penyakit pada hati yang paling sering terjadi di dunia termasuk Indonesia. Sekitar 2-3% nya mengalami perubahan progresi menjadi penyakit sirosis hepatis. Kondisi tersebut didasari oleh stres oksidatif. Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) yang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin diduga mampu melindungi hepar dari paparan radikal bebas lemak babi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi ekstrak daun ciplukan terhadap struktur histopatologi hepar tikus yang dipapar lemak babi, dan pengaruh peningkatan dosis ekstrak terhadap peningkatan terapinya.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan the post test only controlled group design. Subjek penelitian berupa tikus (Rattus norvegicus) jantan, berumur 2-3 bulan, dan berat badan 150-200 gram. Sampel 28 tikus dibagi secara random dalam 4 kelompok, masing-masing terdiri dari 7 tikus. Tikus Kelompok Kontrol Normal (KKN) diberi akuades, Kelompok Kontrol Negatif (KK-) diberi lemak babi, Kelompok Perlakuan 1 dan 2 (KP1 dan KP2) diberi ekstrak daun ciplukan dan lemak babi. Dosis ekstrak untuk KP1 100 mg/200 g BB tikus dan KP2 300 mg/200 g BB tikus. Perlakuan diberikan 14 hari berturut-turut, yaitu pada hari ke 8-21. Pada hari ke-22 tikus diterminasi secara neck dislocation dan hepar tikus dibuat preparat dengan pengecatan Hematoxylin Eosin. Besarnya perlemakan sel hepar secara histopatologi dihitung dengan menjumlahkan sel hepar yang mempunyai vakuola dari tiap 100 sel hepar disekitar vena sentralis. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA dan uji Post Hoc (?=0,05).
Hasil Penelitian: Jumlah  rerata sel hepar bervakuola pada KKN, KK-, KP1, dan KP2 berturut-turut sebesar 8,83 ± 1,329; 48,83 ± 1,722; 34,33 ± 1,366; dan 20,50 ± 2,429 sel. Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan rerata jumlah perlemakan sel hepar yang signifikan dengan nilai p=0,000 (p<!--?). Uji Post Hoc juga menunjukkan perbedaan signifikan pada semua pasangan antar kelompok, dengan nilai p pada masing-masing pasangan antar kelompok sebesar 0,000 (p<?).

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
SURAT PERNYATAAN.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Zulaika Nur Afifah, dr., M.Kes
2. Endang Listyaningsih S., dr., M.Kes
Catatan Umum : validasi bambang
Fakultas : Fak. Kedokteran