Penulis Utama : Dien Novita Savitri
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0715038
Tahun : 2020
Judul : Respon Kotiledon Buncis Terhadap Inokulasi Xanthomonas Axonopodis PV. Phaseoli dengan Metode One Dot One Drop
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian Program Studi Agroteknologi-H0715038-2020
Subyek : RESPON KONTILEDON BUNCIS, INOKULASI, XANTHOMONAS AXONOPODIS PV. PHASEOLI, METODE ONE DOT ONE DROP
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

RESPON KOTILEDON BUNCIS TERHADAP INOKULASI XANTHOMONAS AXONOPODIS PV PHASEOLI   DENGAN METODE ONE DOT ONE DROP. Skripsi: Dien Novita Savitri (H0715038). Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Hadiwiyono, M.Si., Salim Widono, S.P, M.P. Program Studi: Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Buncis (Phaseolus vulgaris) merupakan tanaman kacang-kacangan komersil di dunia termasuk Indonesia. Meskipun demikian jumlah produksi buncis antara tahun 2014 hingga tahun 2018 mengalami fluktuasi. Penurunan produksi buncis dapat dipengaruhi beberapa hal, antara lain serangan hama dan penyakit tanaman. Hawar daun bakteri (Common bacterial blight) merupakan salah satu peyakit tular benih yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas axonopodis pv. phaseoli dan merupakan salah satu masalah utama pada pertanaman  buncis di dunia. Bakteri menginfeksi daun, polong dan biji dari buncis mengakibatkan tanaman mengalami nekrosis setelah sekian lama dan akhirnya mati. Banyak cara infeksi bakteri salah satunya dengan melalui kotiledon. Kotiledon telah digunakan untuk mendeteksi infeksi bakteri karena respon inokulasi cepat dan biaya lebih hemat. Badan Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) telah melepas 6 varietas buncis yaitu Horti
1, Horti 2, Horti 3 pada tahun 1999 dan Balitsa 1, Balitsa 2, Balitsa 3 pada tahun
2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon kotiledon varietas buncis terhadap penyakit hawar daun bakteri pada stadium awal tanaman.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman dan screen house Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maretpada bulan Juni – Oktober  2019.  Penelitian  dilakukan  dengan  menanam  5  varietas  buncis  yang
berbeda yaitu Balitsa 1, Balitsa 2, Balitsa 3, Baby bean dan Rambat. Penelitian di
Labratorium meliputi isolasi bakteri X. axonopodis pv. phaseoli, uji gram dengan
KOH, uji media semi-selektif YDCA, uji hipersensitif, dan uji patogenesitas. Penelitian  di  lapang  dilakukan  dengan  metode  RAL  dengan  masing-masing varietas sebanyak 6 ulangan. Variabel yang diamati yaitu keberhasilan inokulasi, insidensi penyakit,luas lesi dan persentase lesi. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, apabila didapatkan perlakuan yang  berpengaruh nyata terhadap parameter dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%.
Koloni bakteri pada media NA memiliki ciri berwarna kuning, mukoid, berkilau dan cembung pada media NA. Terjadi perubahan warna kotiledon setelah terjadi
infeksi bakteri dengan respon warna yang berbeda-beda, perubahan warna kuning
pada varietas rambat, coklat muda pada varietas Balitsa 1 dan baby beans, dan coklat tua pada varietas Balitsa 3 dan Balitsa 2. Insidensi penyakit 100?ngan
luas lesi yang beragam dipengaruhi oleh mekanisme pertahanan dinding sel pada
setiap tanaman. 

 

Abstract

RESPONSE  COTYLEDONE  OF BEANS  TO  XANTHOMONAS  AXONOPODIS PV PHASEOLI  INOCULATION USE ONE DOT ONE DROP METHOD . Thesis: Dien  Novita Savitri H0715038). Advisor: Prof. Dr. Ir. Hadiwiyono,  M.Si., Salim Widono, S.P, M.P. Study Program: Agrotechnology, Agriculture Faculty of Sebelas Maret University (UNS) Surakarta.

Beans  (Phaseolus  vulgaris)  is  a  commercial  legume  crop  in  the  world including Indonesia. Nevertheless the amount of bean production between 2014 and 2018 has fluctuated. Decreased bean production can be influenced by several things one of that is an attack of pests and plant diseases. Common bacterial blight is a contagious seed disease caused by Xanthomonas axonopodis pv. phaseoli and one of the main problems in beans cultivation in the world. Bacteria infect leaves, pods and seeds from beans causing the necrosis in plant after a long time and eventually die. Many ways of bacterial infection, one of them is through cotyledons. Cotyledons have been used to detect bacterial infections because of the rapid inoculation response and lower cost. Balai Penelitian Tanaman Sayur (Balitsa) has released 6 bean varieties namely Horti 1, Horti 2, Horti 3 in 1999 and Balitsa 1, Balitsa 2, Balitsa 3 in 2011. This study aims to examine the response of cotyledon varieties of bean to common bacterial blight in the early stages of the plant.
This research was conducted at the Plant Pest and Disease Laboratory and screen house of the Faculty of Agriculture of Universitas Sebelas Maret in June -
October 2019. The research was carried out by planting 5 different varieties of
beans, namely Balitsa 1, Balitsa 2, Balitsa 3, Baby bean and Rambat. Research in the Laboratory includes the isolation of the bacterium Xanthomonas axonopodis pv. phaseoli, gram test with KOH, YDCA semi-selective media test, hypersensitivity test, and pathogenicity test. Field research was carried out using the Complete Randomized Block Design method with 6 replication each varieties. The observed variables were the success of inoculation,  disease  incidence, lesion  area and percentage of lesions. Data from observations were analyzed with the F test, if a treatment  that  was  found  to  have  a  significant  effect  on  the  parameters  was followed by a DMRT test of 5%.
Bacterial colonies on NA media have yellow, mucoid, sparkling and convex characteristics on NA media. A cotyledon discoloration after bacterial infection with
different color responses, yellow discoloration in creeping varieties, light brown in
Balitsa 1 varieties and baby beans, and dark chocolate in Balitsa 3 and Balitsa 2 varieties. Incidence of disease 100% with extensive diverse lesions are influenced by the cell wall defense mechanism in each plant.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Depan.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Lembar Persetujuan Publikasi.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. Hadiwiyonon, M.Si
2. Salim Widono, S.P, M.P.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian