Penulis Utama : Khowin Fadilah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F0116058
Tahun : 2020
Judul : Monitoring dan Evaluasi Ekonomi Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit Pola Pir Swadaya di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi dan Bisnis - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS- Fak. Ekonomi dan Bisnis, Jur. Ekonomi Pembangunan- F0116058 -2020
Subyek : PIR SWADAYA, KELAYAKAN BISNIS, PROFITABILITAS
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan perkebunan pola PIR Swadaya ditinjau dari tingkat teknis dan tingkat profitabilitas usaha perkebunan kelapa sawit. Subjek penelitian ini adalah petani pekebun kelapa sawit mandiri dan petani pekebun yang berada pada kawasan perkebunan kelapa sawit pola kemitraan PIR Swadayadi Kabupaten Berau. Metode penilitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan analisis dokumen. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan metode analisis kelayakan bisnis yaitu Payback Period, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI) atau Net Benefit and Cost (B/C Ratio).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan yang diperoleh oleh responden petani kelapa sawit tertinggi sebesar Rp 24.907.694,-/Ha/Tahun dengan pengusahaan yang dilakukan kebun inti/PBS, kemudian dengan pengusahaan kebun plasma sebesar Rp 21.668.511,-/Ha/Tahun, sedangkan pada pengusahaan kebun mandiri sebesar Rp 17.515.506,-/Ha/Tahun. Nilai NPV tertinggi diperoleh pada pengusahaan kebun inti/PBS sebesar Rp. 9,516 Triliun dan nilai IRR sebesar 19,52%. Nilai NPV pada pengusahaan kebun plasma sebesar Rp. 1,411 Triliun dan nilai IRR sebesar 17,92%. Sedangkan Nilai NPV pada pengusahaan kebun Mandiri sebesar Rp. 815,470 Milyar dan nilai IRR sebesar  14,98%.Nilai Profitability Index atau Net B/C Ratio yang diperoleh dengan pengusahaan kebun inti/PBS adalah 2,21. Pada pengusahaan kebun plasma diperoleh nilai Net B/C Ratio 2,07. Sedangkan nilai Net B/C Ratio pada pengusahaan kebun mandiri adalah 1,60.Pengembangan perkebunan dengan kemitraan pola PIR Swadaya di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timurmemperoleh hasil usaha layak untuk diteruskan dan menguntungkan karena memenuhi kriteria kelayakan investasi.Diharapkan petani pekebun kelapa sawit yang melakukan usaha perkebunan dengan pengusahaan mandiri dapat menerima pembinaan yang dilakukan secara intensif baik oleh pemerintah dalam hal ini dinas perkebunan atau perusahaan swasta. Hal ini bertujuan agar terjadi transfer teknologi antara perkebunan berskala besar dengan perkebunan mandiri yang berskala lebih kecil.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Mugi Rahardjo, Dipl., M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis