Penulis Utama : Nur Qoyyim Fathoni
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F0116079
Tahun : 2020
Judul : Kontradiksi Paradigma Ricardian Equivalence: Utang Pemerintah sebagai Instrumen Kebijakan Fiskal Terhadap Konsumsi Masyarakat di 6 Negara ASEAN
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi dan Bisnis - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS- Fak. Ekonomi dan Bisnis, Jur. Ekonomi Pembangunan- F0116079 -2020
Subyek : UTANG PEMERINTAH, RICARDIAN EQUIVALENCE, KONSUMSI, ASEAN, MODEL DATA PANEL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Kebijakan fiskal dalam bentuk utang pemerintah menjadi perdebatan menarik dengan teori bernama Ricardian Equivalence. Hal ini dikarenakan Ricardian Equivalence Hypothesis kontras dengan teori Keynes. Ricardian Equivalence Hypothesis   mengasumsikan   bahwa   mas yarakat   berperilaku   rasional,   utang pemerintah  tidak  berpengaruh  terhadap  konsumsi  masyarakat,  utang  pemerintah pada saat ini akan menyebabkan beban publik di masa depan, Ricardian Equivalence Hypothesis menjadi sebuah ketertarikan penguji di berbagai negara ASEAN dengan mayoritas negara berkembang. Studi ini akan menguji berlakunya Ricardian Equivalence Hypothesis di 6 negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Fil ipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam dengan menggunakan data sekunder yaitu konsumsi rumah tangga, utang pemerintah, pertumbuhan ekonomi, pengeluaran pemerintah, dan penerimaan pajak. Penelitian ini menggunakan model panel pada masa setelah krisis Asia pada tahun 1998 dan krisis global pada tahun 2008. Hasil estimasi pasca krisis Asia menunjukkan variabel utang pemerintah, gross domestic bruto  dan pengeluaran  pemerintah  memiliki  pengaruh positif terhadap  konsumsi rumah tangga sedangkan variable penerimaan pajak memiliki hubungan negatif terhadap konsumsi rumah tangga. Hasil estimasi pasca krisis global menunjukkan variabel gross domestic bruto memiliki pengaruh positif terhadap konsumsi rumah tangga   sedangkan   variabel   utang   pemerintah,   pengeluaran   pemerin tah   dan penerimaan pajak, memiliki hubungan negatif terhadap konsumsi rumah tangga. Secara keseluruhan, jika dilihat dari utang luar negeri, Ricardian Equivalence tidak berlaku  di  Indonesia  setelah  krisis  Asia  pada  tahun  1998  karena  utang  luar pemerintah memiliki pengaruh terhadap konsumsi rumah tangga. Sebaliknya, setelah krisis global pada 2008, Ricardian Equivalence berlaku di Indonesia karena utang pemerintah tidak memiliki pengaruh terhadap konsumsi.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Surat Pernyataan Publikasi.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Lukman Hakim S.E, M.Si., Ph.D
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis