Penulis Utama : Jauhar Kumala Shuni
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0716071
Tahun : 2020
Judul : Pemanfaatan Abu Sekampada Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine max L.) Tanpa Olah Tanah
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak Pertanian Program Studi Agroteknologi- H0716071-2020
Subyek : PEMANFAATAN ABU SEKAMPADA PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI, KEDELAI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Kedelai (Glycine max L.) merupakan tanaman semusim yang banyak mengandung protein dan kaya akan manfaat. Produksi kedelai Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Produktivitas kedelai mengalami penurunan sebesar 3,95% pada tahun 2016 dari 15,68kw/Ha menjadi 14,90kw/Ha dan penurunan sebesar 4,62% pada tahun 2018 dari 15,14kw/Ha menjadi 14,44kw/Ha. Pengolahan tanah yang secara terus-menerus dapat mengakibatkan degradasi dan erosi lahan, sehingga menyebabkan hasil produksi pertanian menurun, oleh sebab itu perlu diterapkan budidaya dengan sistem tanpa olah tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia adalah dengan melakukan budidaya kedelai tanpa olah tanahuntuk mempertahankan unsur hara di dalam tanah agar tidak tercuci dalam proses pengolahan tanah dan memanfaatkan abu sekam sebagai sumber bahan organik. Abu sekam memiliki berbagai kandungan hara dan kandungan hara tertinggi adalah silikat sebesar 94,4% yang berperan dalam menunjang pertumbuhan dan hasil kedelai.
Penelitian dilaksanakan di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen pada bulan Juni-September 2019. Metode penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 1 faktor, yaitu dosis abu sekam dengan 5 taraf. Tarap dosis abu sekam yang diberikan adalah kontrol, 0 ton/Ha (B0), 1,25 ton/Ha (B1); 2,5 ton/Ha (B2); 3,75 ton/Ha (B3); 5 ton/Ha (B4). Variabel yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah daun, nisbah akar tajuk tanaman, indeks luas daun, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, berat biji per petak, berat 100 biji, dan berat kering brangkasan. Data yang didapatkan kemudian dianalisis ragam dengan uji F taraf 5?n apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan  bahwakedelai yang diberi abu sekam 2,5 ton/Ha memiliki pertumbuhan indeks luas daun yang lebih baik jika dibandingkan dengan kontrol.Pemberian abu sekam 1,25 ton/Ha meningkatkan hasil berupa berat biji per petak sebesar 122,94% menjadi 0,729 ton/Ha dibandingkan dengan tanpa pemberian abu sekam atau kontrol. Pemberian dosis abu sekam sebanyak 1,25 ton/Ha dianjurkan kepada petani untuk meningkatkan hasil per hektar kedelai.

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
1Halaman Judul.pdf
BAB 1.pdf
BAB 2.pdf
BAB 3.pdf
BAB 4.pdf
BAB 5.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
BEBAS PERPUSTAKAAN-H0716071-SKRIPSI-JAUHAR KUMALA SHUNI 2.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. Supriyono. M.S.,
2. Prof. Dr.Ir. Maria Theresia Sri Budiastuti, M.Si.
Catatan Umum : validasi bambang
Fakultas : Fak. Pertanian