Penulis Utama : Ardila Puspita Dewi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C0113009
Tahun : 2020
Judul : Aspek Religiusitas Tokoh Utama Dalam Novel Krimuning Dewi Ontang-Anting Karya Widyo Babahe Leksono (Tinjauan Psikologi Sastra)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ilmu Budaya-C0113009-2020
Subyek : KRIMUNING DEWI ONTANG-ANTING, PSIKOLOGI SASTRA, WIDYO BABAHE LEKSONO.
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

 

Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu; 1) Struktur apa saja yang membangun novel KDOA karya Widyo Babahe Leksono?; 2) Bagaimana konflik batin tokoh utama Krimuning dalam novel KDOA karya Widyo Babahe Leksono?; 3) Aspek religiusitas seperti apa saja yang ada dalam novel KDOA karya Widyo Babahe Leksono?

Tujuan penelitian ini, yaitu; 1) Mengetahui struktur yang membangun novel KDOA karya Widyo Babahe Leksono; 2) Mengungkapkan konflik batin tokoh utama Krimuning dalam novel KDOA karya Widyo Babahe Leksono; 3) Memahami Aspek religiusitas yang ada dalam novel KDOA karya Widyo Babahe Leksono.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah novel KDOA karya Widyo Babahe Leksono yang telah ditranskripsikan. Data dalam penelitian ini adalah bentuk struktural novel KDOA karya Widyo Babahe Leksono. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik analisis isi dan wawancara. Pemilihan metode tidak lepas dari data utama berupa novel KDOA karya Widyo Babahe Leksono.

Hasil penelitian, yaitu 1) Melalui prespektif psikologi sastra menggunakan teori id, ego, superego milik Sigmund Freud menghasilkan: Id, rasa penasaran Krimuning ketika Bapaknya meninggal di waktu sore menjelang Magrib (waktu Candhikala). Ego, ditemukan pada saat Krimuning memaksakan diri untuk melaksanakan ritual pertapaan di bibir pantai tanpa pertimbangan matang dan enggan menghiraukan nasihat orang terdekatnya. Superego, terjadi ketika Krimuning secara tiba-tiba meminta diruwat dan dengan ruwatan tersebut ia bisa mencapai laku batin.; 2) Novel KDOA memiliki tokoh utama yang menganut agama Islam yang masih menerapkan tata cara ilmu Jawa seperti puasa. Lalu Krimuning melakukan pertapaan di atas batu besar di tepi pantai hingga proses manunggaling kawula gusti dan membuat Krimuning memimpikan Dewi Lanjar. Krimuning melanjutkan puasa dan mendalami olah kesabaran serta batiniyah. Hasil yang diperoleh dari pertapaan adalah terbukanya mata batin. klimaksnya ditandai dengan kemampuannya melihat Dewi Lanjar secara jelas dan menemukan sang Bapak berada di dalam barisan prajurit Dewi Lanjar; (3) novel KDOA karya Widyo Babahe Leksono mengajarkan tentang melestarikan pitutur luhur berdasarkan pengalaman orang tua terdahulu. Dengan adanya larangan keluar pada waktu menjelang magrib mengajarkan keutamaan dan menyegerakan ibadah serta mengesampingkan urusan duniawi lainnya untuk lebih menghargai waktu.

 

Kata kunci: Krimuning Dewi Ontang-Anting, Psikologi Sastra, Widyo Babahe Leksono.

 

The problems of this study are 1) What are the structures that build KDOA novel by Widyo Babahe Leksono?; 2) What is the inner conflict of the main character Krimuning in the novel KDOA by Widyo Babahe Leksono?; 3) What are the religious aspects in KDOA novel by Widyo Babahe Leksono?

This study aims 1) to know the structures that build KDOA novel by Widyo Babahe Leksono; 2) to express the inner conflict of the main character Krimuning in the novel KDOA by Widyo Babahe Leksono; 3) to understand the aspects of religiosity that exist in the novel KDOA by Widyo Babahe Leksono.

This study belongs to qualitative research. The object of this research is transcribed- KDOA novel by Widyo Babahe Leksono. The data in this study are the structural form of the novel KDOA by Widyo Babahe Leksono. In collecting the data, the researcher used content analysis and interviews. The reasons for choosing this method are inseparable from the main data namely the KDOA novel by Widyo Babahe Leksono.

The results of this study are 1) Through the perspective of literary psychology using Sigmund Freud's id, ego, superego theory, it obtains the results: Id, the Krimuning curiosity when his father died in the evening before Maghrib (Candhikala time). Ego, it is found at the time of Krimuning forced himself to carry out a hermitage at the shoreline carelessly without paying attention to others’ suggestions. Superego, it occurs when Krimuning suddenly asks for arranging a traditional ceremony that aims to throw the bad luck called ruwatan. Through this ruwatan, it can bring a self-satisfaction; 2) The novel KDOA has a main character who adheres to Islam which still applies Javanese culture such as certain fasting. Then Krimuning had a hermitage on a rock and being continued with fasting and exploring spiritual exercise. The result of the hermitage is the open intuition. The climax is when she has an ability to see Dewi Lanjar obviously and find her father inside the ranks of Dewi Lanjar’ soldiers; (3) the KDOA novel by Widyo Babahe Leksono teaches us about preserving the ancestral pieces of advice based on prior ancestors’ life experiences. With the suggestion not going out at the time of maghrib teaches us the importance of  hasting to pray and ruling out our own business to appreciate the time.

 

Keywords: Krimuning Ontang-Anting Creaming, Literary Psychology, Widyo Babahe Leksono.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Surat Persetujuan Publikasi.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Sundari, M. Hum
2. Drs. Aloysius Indratmo, M. Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya