Penulis Utama : Rahmad Darmawan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0812148
Tahun : 2020
Judul : Strategi Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat Desa di Kabupaten Wonogiri
Edisi :
Imprint : surakarta - F.Pertanian - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak Pertanian Program Studi Agribisnis-H0812148-2020
Subyek :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

RINGKASAN
Rahmad Darmawan. H0812148. 2012. “Strategi Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat Desa di Kabupaten Wonogiri”. Dibimbing oleh Dr. Ir. Mohd. Harisudin, M.Si dan Bekti Wahyu Utami, SP., M.Si. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Lumbung pangan masyarakat desa berperan sebagai pengelola cadangan bahan pangan di tingkat pedesaan yang bertujuan mempermudah akses masyarakat desa terhdap bahan pangan pada saat musim paceklik. Keberadaan lumbung pangan masyarakat desa juga berperan dalam menjaga stabilitas harga pangan saat panen raya. Salah satu wilayah di Jawa Tengah yang cukup intensif dalam pengembangan lumbung masyarakat desa adalah Kabupaten Wonogiri. Pertumbuhan lumbung pangan masyarakat desa di Kabupaten Wonogiri juga didukung oleh kondisi pertanian yang beranekaragam. Hal ini berarti ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Wonogiri mencukupi,  untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan cadangan pangan daerah. Akan tetapi, perubahan perilaku yang semakin konsumtif menyebabkan masyarakat mulai enggan menyisihkan sebagian hasil panen sebagai cadangan pangan.
Metode dasar penelitian adalah deskriptif analisis. Metode penentuan lokasi dilakukan secara purposive (sengaja) yaitu lumbung pangan masyarakat desa Sumber Pangan Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran, lumbung pangan masyarakat desa Sido Makmur Desa Gambiranom, Kecamatan Kismantoro, lumbung pangan masyarakat desa  Makmu Desa Sambiharjo, Kecamatan Paranggupito. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah (1) Internal Factor Evaluation (IFE), (2) External Factor Evaluation (EFE), (3) Analisis SWOT, (4) QSPM
Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pengembangan yang tepat untuk lumbung pangan masyarakat desa di Kabupaten Wonogiri adalah strategi diversifikasi. Alternatif strategi yang dapat diaplikasikan antara lain diversifikasi fungsi lumbung pangan masyarakat desa juga sebagai lumbung saprodi, diversifkasi lumbung pangan masyarakat desa juga sebagai jaringan pemasaran kolektif melalui program kemitraan, dan diversifikasi lumbung pangan masyarakat desa juga sebagai lumbung pangan non beras. Prioritas strategi pengembangan yang disarankan adalah mengembangkan lumbung pangan masyarakat desa menjadi menjadi lumbung saprodi. Saran yang dapat diberikan adalah bersinergi dengan pemerintah desa mengembangkan lumbung pangan masyarakat desa di Kabupaten Wonogiri menjadi salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Membangun lumbung pangan hidup dengan mamanfaatkan lahan pekarangan untuk meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat. Pemerintah melalui Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Wonogiri perlu mengadakan pelatihan bagi anggota lumbung pangan masyarakat desa  terkait penyimpanan dan pengolahan bahan pangan non-beras secara kreatif.

 

 

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. 4. Dr. Ir. Mohd. Harisudin, M.Si.
2. 5. Bekti Wahyu Utami, SP.,M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian