Penulis Utama : Trias Alexandra
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K4415061
Tahun : 2020
Judul : Peran Kiai Sadrach dalam Penyebaran Agama Kristen di Jawa Tahun 1869-1924 dan Relevansinya Sebagai Pengembangan Sumber Materi Sejarah Indonesia Wajib Kelas XI SMA
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-F. KIP Pendidikan Sejarah-K4415061-2020
Subyek : KIAI SADRACH, KEKRISTENAN, PENGEMBANGAN MATERI SEJARAH INDONESIA WAJIB KELAS XI SMA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mengetahui riwayat hidup Kiai Sadrach. (2) mengetahui peran Kiai Sadrach dalam penyebaran agama Kristen di Jawa tahun 1869-1924. (3) mengetahui relevansinya sebagai pengembangan materi sejarah indonesia wajib kelas XI SMA.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Sumber yang digunakan yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer berupa arsip manuskrip Karangjoso A, manuskrip Karangjoso B, manuskrip Karangjoso C, manuskrip Karangjoso D, buku karya Guillot yang berjudul Kiai Sadrach Riwayat Kristenisasi di Jawa dan buku karya Adriansee yang berjudul Sadrach’s Kring. Sedangkan sumber sekunder berupa buku-buku dan jurnal yang relevan dengan penelitian ini serta informan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis historis. Prosedur penelitian dilaksanakan meliputi tahap heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kiai Sadrach lahir dengan nama kecil Radin. Radin tumbuh dan berkembang di lingkungan Muslim. Namun perjumpaannya dengan beberapa orang Kristen, seperti pendeta Jellesma, Kurmen, dan Tunggul Wulung membuat Radin tertarik untuk lebih mengenal tentang Kekristenan. Ia menyadari bahwa menjadi Kristen tidak harus meninggalkan budaya Jawa, tidak harus menjadi orang Belanda, dan tidak harus menggunakan bahasa Belanda. Hal ini berarti Radin tidak akan kehilangan identitasnya sebagai orang Jawa apabila ia menjadi seorang Kristen. (2) Kiai Sadrach mengabarkan Injil dengan metode debat ngelmu. Selain metode debat ngelmu, Sadrach menggabungkan unsur-unsur budaya Jawa dalam praktek kehidupan Kekristenan supaya para jemaat lebih mudah menerima ajaran-ajaran Kristen. Metode yang digunakan Sadrach berbeda dengan metode yang digunakan para zending yang pada umumnya. Perbedaan ini membuat Sadrach dituduh mengajarkan ajaran yang sesat. Namun para zending NGZV tidak dapat membuktikan tuduhannya. Hal ini membuat Sadrach kecewa dan memutuskan untuk melepaskan hubungan kerjasama antara gereja Karangjoso dengan NGZV. Sadrach dan para jemaatnya menjadi sebuah gereja yang mandiri dengan nama Golongane Wong Kristen Kang Mardika. (3) Relevansi antara hasil penelitian ini dengan materi Sejarah Indonesia terletak pada KD 3.1 Menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) di Indonesia, terutama pada materi pokok masuk dan berkembangnya agama Kristen di Indonesia.

Kata kunci: Kiai Sadrach, Kekristenan, Pengembangan Materi Sejarah Indonesia Wajib Kelas XI SMA

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan Publikasi.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Leo Agung S., M.Pd
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP