Penulis Utama : Aditya Wahyu Al Fikri
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K4416001
Tahun : 2020
Judul : Wabah Penyakit Pes dan Upaya Penanggulangannya di Kabupaten Boyolali Tahun 1968-1979
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-F. KIP Pendidikan Sejarah-K4416001-2020
Subyek : PENYAKIT PES, KEMISKINAN, KERJA SAMA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis (1) terjadinya wabah penyakit pes di Kabupaten Boyolali tahun 1968-1979, khususnya di daerah Kecamatan Cepogo dan Selo: (2) Kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat dan luar negeri dalam menanggulangi penyebaran penyakit pes di Kabupaten Boyolali tahun 1968-1979, khususnya di daerah Cepogo dan Selo.
Penelitian ini menggunakan metode historis. Sumber yang digunakan yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer berupa arsip laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, laporan WHO, laporan penelitian pes 1972-1975, laporan outbreak Samiran Januari-Februari 1970, koran, majalah dan narasumber, sedangkan sumber sekunder berupa buku-buku dan jurnal yang relevan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis historis dengan pendekatan kultural dan sosiologi. Prosedur penelitian dilaksanakan meliputi tahap heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penyakit pes yang menjangkit daerah Kabupaten Boyolali disebabkan oleh beberapa faktor (a) Kondisi rumah yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan, (b) Pola pikir masyarakat masih bersifat irasional, seperti kurangnya pengetahuan tentang bahaya penyakit pes, (c) Kondisi geografis Boyolali yang lembab mendukung pinjal penyakit pes untuk berkembangbiak, (d) Hubungan kontak antara tikus dan manusia. Spesies tikus yang dapat menyebarkan penyakit pes, yaitu Rattus Niviventer, Rattus Tiomanicus, Rattus Rattus, Rattus Exulans, dan Suncus Murinus. Kelima tikus tersebut memiliki pinjal yang terinfeksi bakteri Yersinia Pestis, diantaranya adalah Xenopsylla cheopis, Stivalius cognatus, dan Neopsylla sondaica. Pinjal-pinjal ini berpindah dari tubuh tikus ke tikus lainnya dan manusia untuk menghisap darah, sehingga host terinfeksi penyakit pes. Penderita yang terkonfirmasi positif penyakit pes di Kabupaten Boyolali, yaitu sebanyak 106 jiwa dengan angka kematian sebanyak 44 jiwa dari tahun 1968-1970. (2) Upaya penanggulangan dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat, yaitu memberikan penyuluhan kepada penduduk tentang bahaya penyakit pes, mendirikan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD), sedangkan kerja sama pemerintah dengan luar negeri, yaitu memberikan vaksinasi dan dusting, mengadakan trapping, melakukan renovasi, dan memberikan bantuan logistik obat-obatan dan alat tulis kantor (ATK).

Kata kunci: penyakit pes, kemiskinan, kerja sama

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
Bab I.pdf
Bab II.pdf
Bab III.pdf
Bab IV.pdf
Bab V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan Publikasi.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Sutiyah, M.Pd., M.Hum.,
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP