Penulis Utama : Anisa Nur Hestiningsih
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F0116009
Tahun : 2020
Judul : Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum, Kemiskinan, dan Belanja Modal Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Eks-Karesidenan Surakarta Tahun 2011-2018
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi dan Bisnis - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi dan Bisnis, Jur. Ekonomi Pembangunan-F0116009-2020
Subyek : PERTUMBUHAN EKONOMI, UPAH MINIMUM, KEMISKINAN, BELANJA MODAL, IPM, TIPOLOGI KLASSEN, DAN PENDAPATAN PER KAPITA.
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Pembangunan manusia merupakan proses pembangunan untuk memperluas pilihan masyarakat, khususnya dalam pendidikan, kesehatan, dan pendapatan. Pencapaian pembangunan manusia dapat diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum, kemiskinan, dan belanja modal terhadap IPM di Eks-Karesidenan Surakarta tahun 2011-2018 serta mengklasifikasikan kabupaten/kota di Eks-Karesidenan Surakarta berdasarkan Tipologi Klassen pada tahun 2011 dan 2018. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel dengan estimasi Random Effect Model (REM) untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat serta metode Tipologi Klassen untuk mengklasifikasikan daerah di Eks-Karesidenan Surakarta. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Sedangkan, kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM. Hasil penelitian menggunakan Tipologi Klassen menurut pendapatan perkapita dan pertumbuhan ekonomi tahun 2011 menunjukkan bahwa Surakarta termasuk daerah maju; Boyolali, Sukoharjo, Sragen, dan Klaten termasuk daerah berkembang; serta Karanganyar dan Wonogiri termasuk daerah tertinggal kemudian pada tahun 2018 Klaten menjadi daerah tertinggal dan Karanganyar menjadi daerah berkembang. Sedangkan menurut IPM dan pertumbuhan ekonomi tahun 2011 menunjukkan Surakarta, Sukoharjo, dan Klaten termasuk daerah maju; Karanganyar termasuk daerah maju tetapi tertekan; Boyolali dan Sragen termasuk daerah berkembang; serta Wonogiri termasuk daerah tertinggal kemudian pada tahun 2018 Karanganyar menjadi daerah maju dan Klaten menjadi daerah maju tetapi tertekan. Melalui hasil penelitian, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan IPM melalui peningkatan laju pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan alokasi belanja modal, serta mengurangi kemiskinan. Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan pendapatan per kapita dan memperluas kegiatan pembangunan untuk mengembangkan daerah menjadi daerah maju.

Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum, Kemiskinan, Belanja Modal, IPM, Tipologi Klassen, dan Pendapatan Per Kapita.

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Surat Pernyataan.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Izza Mafruhah S.E., M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis