Penulis Utama : Arika Nur Fitriana
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : B0116014
Tahun : 2020
Judul : Kesantunan Tindak Tutur Direktif Berbahasa Jawa dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Umum Caruban (Suatu Kajian Pragmatik)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS - Fak. Ilmu Budaya, Jur. Sastra Daerah - B0116014 - 2020
Subyek : PENJUAL PEMBELI, KESANTUNAN, TINDAK TUTUR DIREKTIF
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) bagaimanakah bentuk kesantunan tindak tutur direktif  bahasa Jawa yang digunakan oleh PJ dan PB di PUC ? (2) apakah faktor penentu kesantunan tindak tutur direktif bahasa Jawa yang digunakan oleh PJ dan PB di PUC ?.Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan bentuk kesantunan tindak tutur direktif  bahasa Jawa yang digunakan oleh PJ dan PB di PUC. (2) Mendeskripsikan faktor penentu kesantunan tindak tutur direktif bahasa Jawa yang digunakan oleh PJ dan PB di PUC. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data lisan yaitu tuturan bahasa Jawa yang digunakan oleh penjual dan pembeli di Pasar Umum Caruban yang berupa tindak tutur direktif dan mengandung prinsip kesantunan.  Sumber data lisan berasal dari informan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling Snowboll. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara. Validitas data dilakukan dengan cara trianggulasi sumber. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan pragmatik dengan penentunya penutur dan mitratutur.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Bentuk kesantunan tuturan direktif dalam peristiwa tutur di lingkungan Pasar Umum Caruban berdasarkan penanda dan kaidah bahasa yang santun, yaitu (1.)Penutur berbicara wajar dengan akal sehat. (Maksim Kedermawanan  / kemurahhatian ) (2. ) Penutur  mengedepankan pokok masalah yang diungkapkan dan diterima mitra tutur (Maksim Permufakatan) (3. )  Penutur selalu berprasangka baik kepada mitra tutur (Maksim penghargaan/penerimaan) (4.)   Penutur terbuka dan menyampaikan kritik secara umum (Maksim kesederhanaan) (5.)   Penutur menggunakan sindiran jika harus menyampaikan kritik kepada mitra tutur (Maksim kebijksanaan) (6. )   Penutur mampu membedakan situasi bercanda dengan situasi serius (Makim Kebijaksanaan) (7.) Penutur bertutur mengenai topik yang dimengerti oleh  mitra tutur (Maksim Penghargaan / Penerimaan) (8.)  Penutur mengemukakan sesuatu yang rumit dengan bentuk yang lebih sederhana (Maksim Kesederhanaan) (9. )   Penutur menggunakan bentuk konfirmatori berdasarkan pendapat orang lain yang terpercaya jika harus membantah pendapat  (Maksim kesimpatian) (10.)  Penutur selalu mawas diri agar tahu secara pasti apakah yang dikatakan benar-benar seperti yang dikehendaki oleh  (Makim Kedermawanan / kemurahhatian)..Kedua, Faktor-faktor yang menentukan kesantunan bentuk tuturan direktif pada peristiwa tutur di Pasar Umum Caruban, yaitu faktor kebahasaan dan nonkebahasaan. Faktor kebahasaan meliputi; (a) pemakaian diksi yang tepat, (b) pemakaian gaya bahasa yang santun, (c) pemakaian struktur kalimat yang benar dan baik. Selain ketiga aspek di atas, ada beberapa aspek penentu kesantunan dalam bahasa verbal lisan, antara lain aspek intonasi dan aspek nada bicara. Adapun faktor nonkebahasaan, meliputi; (a) topik pembicaraan, (b) konteks situasi komunikasi, dan (3) pranata sosial budaya masyarakat.

Kata kunci:   Penjual Pembeli, Kesantunan, Tindak Tutur Direktif

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Surat Pernyataan.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Dyah Padmaningsih, M.Hum.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya