Penulis Utama : Nabil Adlani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : B0215041
Tahun : 2020
Judul : Makna Simbolik pada Pementasan Teater Garasi dalam Lakon Yang Fana Adalah Waktu. Kita Abadi (2016); Kajian semiotika Tadeuz Kowzan
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS - Fak. Ilmu Budaya, Jur. Sastra Indonesia - B0215041 - 2020
Subyek : TEATER GARASI, DRAMA, SIMBOL, SEMIOTIKA TEATER
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Pemaknaan simbolik pada teater merupakan gabungan antara simbol lisan dengan nonlisan. Simbol lisan berupa dialog yang dilontarkan oleh pemain dari naskah. Simbol nonlisan meliputi gerak aktor, tata panggung, tata rias, kostum, tata lampu, serta musik pengiring pementasan maupun bunyi-bunyian. Gabungan simbol lisan dan non lisan menghasilkan bentuk visual dalam pementasan. Penelitian ini menggali makna simbolik dalam pementasan Teater Garasi, dimana dalam pementasan tersebut banyak terdapat simbol-simbol. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah: (1) apa makna simbolik dari keaktoran yang terdapat dalam pementasan Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi (2016), (2) apa makna simbolik dari tata panggung dalam pementasan Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi (2016), dan (3) apa makna simbolik dari bunyi dalam pementasan Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi (2016).
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui makna simbolik dari keaktoran, tata panggung dan tata suara dalam pementasan Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi (2016). Nantinya penelitian ini akan menjadi salah satu catatan sebuah pementasan. Penelitian ini bersifat kualitatif. Objek penelitian ini adalah makna simbolik dari segi keaktoran, tata  panggung, dan tata suara yang terdapat dalam pementasan Yang Fana Adalah Waktu. Kita Abadi (2016) oleh Teater Garasi.
Penelitian ini menemukan beberapa simbol-simbol yang dibaca melalui segmentasi pengadeganan dalam pementasan Teater Garasi. Pementasan lakon Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi (2016) mengarah kepada simbol-simbol gerak yang dipadukan dengan permainan warna lampu serta alunan musik sebagai pendukung pengadeganan. Secara garis besar pementasan tersebut merupakan penggambaran peristiwa-peristiwa yang terjadi selepas 1998. Peristiwa tersebut berkisar tentang trauma terhadap kekerasan dimasa lalu, perbedaan kelas-kelas sosial, hilangnya batas antara privasi dan publik, pencarian jati diri, sikap individualis, dan agama. Peristiwa tersebut didapat dari simbol yang hadir melalui keaktoran, tata panggung dan tata suara yang saling terikat satu dan yang lainnya dengan tetap mengedepankan konteks, baik dari naskah ataupun medium teater itu sediri.

Kata kunci: Teater Garasi, Drama, Simbol, Semiotika Teater

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Surat Pernyataan.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Albertus Prasojo, M.Sn.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya