Penulis Utama : Munawara
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S221808008
Tahun : 2020
Judul : Pemaknaan Kalangan Pesantren Terhadap Teknologi Digital (Studi Kasus Kalangan Pesantren Tebuireng Jombang dalam Penggunaan Teknologi Digital)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS - Pascasarjana, Prog. Studi Ilmu Komunikasi - S221808008- 2020
Subyek : TEKNOLOGI DIGITAL, DETERMINISME TEKNOLOGI, INTERAKSI SIMBOLIK, PESANTREN, NORMA PESANTREN
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memahami bagaimana kalangan Pesantren Tebuireng memaknai kehadiran teknologi digital, baik secara kelembagaan atau untuk santri. Selain itu penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana pesantren memberlakukan   nilai   dan   norma  tentang  penggunaan   teknologi   digital   di pesantren. Penelitian yang berupaya menemukan sebuah pemaknaan ini menggunakan teori determinisme teknologi dan teori interaksi simbolik. Dengan dua  teori  tersebut  penelitian  ini  mendapatkan  pemaknaan  atau  pandangan kalangan pesantren terhadap teknologi digital dan bagaimana hubungan antar elemen pesantren yang merupakan kelompok budaya yang menciptakan nilai dan norma dan akhirnya menjadi tradisi yang disepakati di pesantren. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Adapun wawancara dilakukan kepada beberapa elemen pesantren meliputi kiai, pengurus, pembina, dan santri Pesantren  Tebuireng  Jombang  sebagai  informan  untuk  mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian. Adapun hasil penelitian ini menyatakan bahwa teknologi digital adalah transformasi baru yang mendorong kemajuan dan popularitas pesantren. Pesantren Tebuireng memandang teknologi digital sebatas “alat” yang bisa memudahkan pekerjaan dan memperluas informasi nilai kepesantrenan (dakwah), bukan “penentu” perubahan peradaban manusia di pesantren. Dalam hal ini pesantren menjadi rujukan masyarakat dalam suatu hal termasuk menggunakan teknologi sebagai wadah penyebar dakwah Islam rahmatan lil alamiin. Sedangkan di sisi lain, teknologi digital dipandang sebatas alat hiburan yang bisa mencandukan hingga dinilai lebih pada efek negatif  jika digunakan santri. Oleh karena itu pesantren membatasi santri dalam mengakses teknologi digital demi memenuhi tugas utama santri untuk tetap fokus mengaji. Pesantren berupaya membentuk karakter santri melalui kitab-kitab yang diajarkan, sehingga peradaban  masyarakat  pesantren  tetap  terbentuk  sesuai  ajaran  dalam kitab, bukan ditentukan oleh perkembangan teknologi digital seperti asumsi teori determinisme teknologi.


Kata  kunci:  Teknologi  Digital,  Determinisme  Teknologi,  Interaksi  Simbolik, Pesantren, Norma Pesantren 

 

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Andre Rahmanto, S.Sos., M.Si
2. Drs. Ign.AgungSatyawan, SE, S.I.Kom, M.Si, Ph D
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana