Penulis Utama : Guntur Grafiyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S591608003
Tahun : 2020
Judul : Perbedaan Skor Fungsi Kognitif pada Anak Perawakan Pendek dan Tidak Perawakan Pendek Menggunakan Cognitive Adaptible/ Clinical Linguistic Auditory Milestone (Cat/Clams) di Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS - Pascasarjana, Prog. Studi PPDS Ilmu Kesehatan Anak - S591608003 - 2020
Subyek : ANAK, PERAWAKAN PENDEK, CAT/CLAMS, GANGGUAN KOGNITIF.
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Latar belakang: Perawakan pendek termasuk stunting merupakan kondisi kronis yang disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Hal ini dapat menyebabkan gangguan patologi pada struktur dan fungsi otak termasuk gangguan kognitif. Untuk mengetahui adanya gangguan tersebut perlu dilakukan skrining perkembangan yaitu Capute Scales (Cognitif Adaptive Test/Clinical Linguistic Auditory Milestone Scale-CAT/CLAMS).

Subjek dan metode: Penelitian ini bersifat deskriptif observasional analitik dengan studi potong lintang. Anak usia 1-36 bulan yang berkunjung ke beberapa puskesmas di Surakarta yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan dalam penelitian. Dilakukan pengukuran tinggi badan sesuai usia kemudian dimasukan dalam kurva pertumbuhan WHO dan pemeriksaan CAT/CLAMS.

Hasil: Sebanyak 64 anak dengan usia 1-36 bulan mengikuti penelitian ini. Terdapat 35.9% anak perawakan pendek dan 64.1% anak tidak perawakan pendek. Dari pemeriksaan CAT/CLAMS, pada kelompok perawakan pendek didapatkan 7 anak mendapatkan skor >85% atau dapat dikatakan normal, 15 anak mendapatkan skor 75-85?n dikategorikan suspek gangguan kognitif, dan 1 anak masuk dalam kategori retardasi mental. Sedangkan dari kelompok tidak perawakan pendek, 27 anak masuk dalam kategori normal, 14 anak masuk dalam kategori suspek gangguan kognitif. Secara statistika anak dengan perawakan pendek 0.22 kali berisiko terjadi gangguan kognitif (IK 0.076-0.680, p=0.008).

Simpulan:  Anak dengan perawakan pendek memiliki perbedaan skor kognitif lebih rendah dan risiko lebih tinggi terjadinya gangguan kognitif sebesar 3.6 kali dibandingkan anak tidak perawakan pendek.

Kata Kunci: anak, perawakan pendek, CAT/CLAMS, gangguan kognitif.

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. dr. Hari Wahyu Nugroho, Sp.A(K), MKes
2. Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A(K)
Catatan Umum : validasi bambang
Fakultas : Pascasarjana