Penulis Utama : Mardiati Rahayu
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S601602006
Tahun : 2020
Judul : Pengaruh Jamur Cordyceps Terhadap Kadar Procalcitonin, Neutrofil, dan Waktu Sulih Terapi Pasien Pneumonia Komunitas
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS - Pascasarjana, Prog. Studi PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi - S601602006 - 2020
Subyek : PNEUMONIA KOMUNITAS, CORDYCEPS, PROCALCITONIN, NEUTROFIL, WAKTU SULIH TERAPI.
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Latar belakang: Pneumonia merupakan infeksi akut parenkim paru yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit) dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pemeriksaan procalcitonin dan neutrofil dapat membantu penegakkan diagnosis, indikator proses inflamasi, menentukan waktu pemberian dan penghentian antibiotik dan prognosis pasien pneumonia. Jamur Cordyceps dengan kandungan utama Cordycepin, berperan sebagai anti inflamasi, antimikroba, dan imunomodulator yang dapat digunakan sebagai terapi tambahan pada penyakit infeksi.
Metode: Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberian jamur Cordyceps terhadap kadar procalcitonin, neutrofil, dan waktu sulih terapi. Uji klinis dengan desain quasy experimental studies dengan pendekatan pretest posttest study design dilakukan pada pasien pneumonia komunitas yang menjalani rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada Januari - Februari 2020 dengan cara consecutive sampling. Kelompok perlakuan (n=13) mendapat antibiotik standar ditambah jamur Cordyceps 1500 mg/hari selama menjalani rawat inap dan kelompok kontrol (n=13) mendapat terapi standar. Procalcitonin dan neutrofil diukur hari ketiga, waktu sulih terapi diukur saat pasien telah mengalami perbaikan klinis.
Hasil: Terdapat perbedaan signifikan (p = 0,001) penurunan kadar procalcitonin (ng/ml) kelompok perlakuan(-0,94 ±1,58) dibandingkan kontrol (-0,22 +0,30) dan terdapat perbedaan yang signifikan penurunan jumlah neutrofil (%) pada kelompok perlakuan (-10,57  ± 7,34) dibandingkan kelompok kontrol (-5,38  ± 3,18) dan tidak terdapat perbedaan signifikan penurunan waktu sulih terapi (hari) (p = 0,324) pada kelompok perlakuan (8,00 ± 1,87) dibandingkan kelompok kontrol (8,92 ± 2,72).
Kesimpulan: Jamur Cordyceps dapat diberikan sebagai terapi tambahan pada pasien pneumonia komunitas selama rawat inap untuk mempercepat perbaikan klinis namun tidak menurunkan waktu sulih terapi.

Kata kunci: Pneumonia komunitas, cordyceps, procalcitonin, neutrofil, waktu sulih terapi.

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K), FISR
2. Jatu Aphridasari, dr., Sp.P (K), FISR
Catatan Umum : validasi bambang
Fakultas : Pascasarjana