Penulis Utama : Muhammad Dzikiy
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I 0516031
Tahun : 2020
Judul : Prarancangan Pabrik Metil Ester Sulfonat Dari Palm Stearin Methyl Ester Kapasitas 60.000 Ton/Tahun
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-Program Studi Sarjana Teknik Industri-I 051603-2020
Subyek : PRARANCANGAN PABRIK METIL ESTER SULFONAT DARI PALM STEARIN METHYL ESTER
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Metil ester sulfonat (MES) merupakan surfaktan anionik yang paling banyak digunakan. Surfaktan MES memiliki kelebihan dibandingkan dengan surfaktan LAS (Linear alkil sulfonat) berupa keunggulan kinerja surfaktan dalam kondisi pencucian suhu rendah dan tingkat kesadahan air sekitar 100 bagian per juta (ppm) (CaCO3). Dengan memperhatikan faktor penyediaan palm stearin methyl ester, transportasi, tenaga kerja, pemasaran, serta utilitas, maka lokasi pabrik yang cukup strategis adalah Kawasan Industri Dumai, kota Dumai, Provinsi Riau. Pabrik direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2024.

Bahan baku pembuatan MES terdiri dari sulfur sebanyak 118 kg/ton produk/tahun, dan palm stearin methyl ester sebanyak 750,66 kg/ton produk/tahun. Produk MES sebanyak 8.333,33 kg/jam. Pembuatan MES terdiri dari beberapa tahapan, yaitu pembakaran sulfur dengan oksigen, pembakaran sulfur dioksida dengan oksigen, sulfonasi, bleaching, netralisasi dan pengeringan. Pada tahap sulfonasi, metil ester dikontakkan dengan SO3 sebanyak 278,45 kg/ton produk/tahun di dalam suatu falling film reactor (FFR) dengan kondisi non isothermal non adiabatik pada suhu 45 C, tekanan 1 atm, konversi sebesar 70%, dan perbandingan mol metil ester terhadap gas SO3 sebesar 1:1,3. Proses ini berlangsung secara eksotermis. Agar reaksi sulfonasi berlangsung sempurna, produk keluaran FFR dimasukkan ke dalam digester (aging process). Proses sulfonasi menghasilkan produk berwarna gelap dan bersifat sangat asam. Untuk mengurangi warna sampai sesuai dengan spesifikasi, dilakukan proses bleaching dengan menambahkan 50% hidrogen peroksida sebanyak 119,86 kg/ton produk/tahun dan metanol sebanyak 308,73 kg/ton produk/tahun. Selanjutnya dilakukan tahap netralisasi dengan menambahkan 50% natrium hidroksida 15,436 kg/ton produk/tahun hingga pH 5,5-7,5. Hasil dari proses netralisasi yang berupa pasta netral dilewatkan ke sistem dryer. Limbah berupa metanol sebanyak 303,66 dan air sebanyak 163,43 kg/ton produk/tahun merupakan produk buangan gas. Produk yang dihasilkan dari sistem dryer merupakan keluaran bawah berupa produk powder kering MES.

Utilitas terdiri dari unit penyediaan air, listrik, udara tekan, bahan bakar, dan pengolahan limbah. Kebutuhan air total sebanyak 1.051,1 kg/ton produk/tahun, kebutuhan udara tekan sebesar 736.560 m3/tahun, kebutuhan bahan bakar sebesar 18.000 L/tahun, dan unit pengolahan limbah.

Bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift.

Dari hasil analisis ekonomi diperoleh, ROI (Return on Investment) sebelum dan sesudah pajak sebesar 34,66?n 27,73%, POT (Pay Out Time) sebelum dan sesudah pajak selama 2,34 dan 2,80 tahun, BEP (Break Event Point) 44,88?n SDP 25,80%. Sedangkan DCF (Discounted Cash Flow) sebesar 29,92%, sehingga pabrik tersebut layak untuk didirikan.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
File Dokumen : Cover.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Bregas S T Sembodo, S.T., M.T.
2. Prof. Dr. Eng. Agus Purwanto, S.T.,M.T
Catatan Umum : validasi bambang
Fakultas : Fak. Teknik