Penulis Utama : Daffa Thufail Ramadhan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0316020
Tahun : 2020
Judul : Pengukuran Budaya Keselamatan Perusahaan berdasarkan Hubungan Faktor Manusia menggunakan Model ECast
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Teknik - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Teknik Program Studi Teknik Industri-I0316020-2020
Subyek : BUDAYA KESELAMATAN, ECAST, FAKTOR MANUSIA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Pengukuran budaya keselamatan berfungsi untuk mengukur sejauh mana budaya karyawan untuk bekerja secara safety dan sesuai dengan prosedur Penelitian ini mengacu pada sumber European Commercial Aviation Safety Team (ECAST). Sumber ini telah banyak digunakan oleh perusahaan Maintenance & Repair Overhaul (MRO) di dunia. Pada tahun 2018, salah satu perusahaan MRO di Indonesia ini bermaksud untuk mengimplementasikannya dan diperoleh hasil tingkat budaya keselamatan perusahaan sebesar 4,06 atau dalam level proactive Level proactive secara umum menunjukkan bahwa pihak perusahaan telah memiliki pengelolaan manajemen keselamatan yang baik dan selalu berupaya melakukan improvisasi untuk mencegah potensi bahaya di lingkungan kerja. Namun setelah dilakukan peninjauan keselamatan lapangan terdapat beberapa peningkatan laporan yang disampaikan diantaranya mulai dari masalah pemakaian APD, kurangnya tindakan untuk menindaklanjuti laporan masalah keselamatan yang telah disampaikan, kondisi peralatan dan perlengkapan kerja yang kurang layak, hingga laporan yang berkaitan dengan cara personal menyikapi safety dalam aktivitasnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil budaya keselamatan yang diperoleh berdasarkan pengukuran sebelumnya kurang menggambarkan kondisi safety yang sebenarnya. Kondisi tersebut membuat perusahaan ini mencari informasi lebih lanjut terkait metode yang sesuai untuk mengukur tingkat budaya keselamatan dan melakukan perbaikan untuk meningkatkan kembali budaya keselamatan perusahaan. Pada tahun 2019 perusahaan melakukan survey budaya keselamatan ulang dengan improvisasi agar dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan representatif. Improvisasi pertama adalah diterapkan pada kuisioner yang memiliki opsi jawaban semi kualitatif, lalu hasil dari kuisioner dianalisis hubungannya dengan faktor manusia (meliputi umur, masa kerja, unit kerja, dan jabatan) yang dapat mempengaruhi tingkat perilaku keselamatan. Setelah dianalisis, hasil kuisioner kemudian dibandingkan dengan teori pendukung dan dievaluasi dengan usulan perbaikan berdasarkan prinsip budaya keselamatan perusahaan.

Kata Kunci: budaya keselamatan, ECAST, faktor manusia

Abstract

Measurement of safety culture serves to measure the extent to which the culture of employees to work in safety and in accordance with procedures. This study refers to the European Commercial Aviation Safety Team (ECAST) sources. This resource has been widely used by Maintenance & Repair Overhaul (MRO) companies in the world. In 2018, one of the MRO companies in Indonesia intends to implement it and the results of the company safety culture level are 4.06 or at the proactive level The proactive level in general shows that the company has good safety management management and always tries to make improvements to prevent potential hazards in the work environment. However, after a field safety review was carried out there were several improvements in the reports submitted, including problems with the use of PPE, lack of action to follow up on the safety problem reports that were submitted, the condition of equipment and work equipment that was not proper, to reports related to personal ways of addressing safety in their activities. This shows that the results of the safety culture obtained based on the previous measurements do not reflect the actual safety conditions. These conditions make this company seek further information regarding the appropriate method to measure the level of safety culture and make improvements to improve the company's safety culture. In 2019 the company conducted a survey of re-safety culture with improvements to provide more accurate and representative results. The first improvisation is applied to a questionnaire that has semi-qualitative answer options, then the results of the questionnaire are analyzed in relation to human factors (including age, years of service, work unit, and position) which can affect the level of safety behavior. After being analyzed, the results of the questionnaire were then compared with supporting theories and evaluated with proposed improvements based on the principles of company safety culture.

Keywords: safety culture, ECAST, human factors

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
HALAMAN JUDUL.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Rahmaniyah Dwi Astuti, S.T., M.T.
2. Irwan Iftadi, S.T, M.Eng.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik