Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tugas dan wewenang DinasLingkungan Hidup Sukoharjo dalam pengawasan dan pemantauan kualitas airSungai Samin serta tindak lanjut penanganan terhadap indikasi pencemaran yangterjadi di Sungai Samin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukumempiris, dengan sifat penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif. Bahanhukum primer pada penelitian ini ialah wawancara serta pengumpulan datapendukung dari Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo. Berdasarkan penelitian danpembahasan menghasilkan kesimpulan yaitu hasil pemantauan lingkungan yangdilakukan oleh DLH Sukoharjo terdapat indikasi pencemaran di Sungai Samin,pada Sungai Samin hulu parameter yang tidak memenuhi baku mutu adalah TotalColiform senilai 23.10 Total Coliform/100 mL, sedangkan baku mutunya 5000Coliform/100 mL, sedangkan pada Sungai Samin hilir nilai yang tidak memenuhibaku mutu ialah COD yaitu 82,610 mg/L sedangkan baku mutunya 25 mg/L,BOD yaitu 37,750 mg/L sedangkan baku mutunya 3 mg/L, Total coliform 26.104 sedangkan baku mutunya 3 m/L, dan nilai DO 1,089 mg/L sedangkan bakumutunya minimal 4 mg/L. Pada hasil fungsi pengawasan yang dilakukan olehDLH Sukoharjo belum dilakukan secara maksimal karena anggaran yang belummencukupi. Selain itu, belum semua pemilik usaha di sekitar Sungai Saminmemiliki izin lingkungan sehingga wewenang pengawasan hanya bisa dilakukankepada pemilik usaha dan kegiatan yang telah memiliki izin lingkungan.Sedangkan tindak lanjut yang dilakukan oleh DLH ialah mengedepankanpembinaan lingkungan, pembuatan izin lingkungan berupa Surat PernyataanKesanggupan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) dan merencanakan pembuatanIPAL Terpadu di Desa Ngombakan.