Penulis Utama : Andri Prastya
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K1516007
Tahun : 2021
Judul : Perilaku Balok Laminasi Kayu Jabon - Bambu Petung dengan Variasi Dimensi Bilah Kayu Jabon Susunan Horisontal Terhadap Keruntuhan Lentur
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. KIP - 2021
Kolasi :
Sumber : UNS - F. KIP, Jur. Pendidikan Teknik Bangunan - K1516007 - 2021
Subyek : VARIASI TEBAL BILAH, SIFAT FISIK DAN MEKANIK, MOR DAN MOE
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui (1) Sifat fisik – mekanik kayu Jabon dan bambu Petung jika dibandingkan kelas kuat kayu, (2) Perilaku balok laminasi kayu Jabon – bambu Petung dengan variasi dimensi bilah kayu Jabon susunan horisontal terhadap keruntuhan lentur dilihat dari nilai MOR dan MOE dibandingkan kayu Jabon tanpa laminasi, (3) Nilai MOR dan MOE yang dihasilkan balok laminasi kayu Jabon – bambu Petung jika dibandingkan kelas kuat kayu.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen dan teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah (1) Variabel bebas : variasi dimensi bilah kayu Jabon yaitu 10 x 20 mm, 15 x 20 mm dan 20 x 20 mm dengan benda uji berjumlah 9 buah, (2) Variabel terikat : MOR dan MOE. Spesifikasi pengujian menggunakan ASTM D198 – 2015 tentang Standart Test Methods of Static Test of Lumber in Structural Sizes.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, (1) Hasil pengujian sifat fisik – mekanik kayu Jabon menurut PKKI 1961 termasuk kayu kelas kuat IV – III dan mutu E7 menurut SNI Kayu 2013. Sedangkan bambu Petung menurut PKKI 1961 termasuk kayu kelas kuat III – I dan mutu E9 menurut SNI Kayu 2013, (2) Terdapat peningkatan nilai MOR dan MOE yang dihasilkan balok laminasi kayu Jabon – bambu Petung dengan variasi dimensi bilah kayu Jabon susunan horisontal dibandingkan kayu Jabon tanpa laminasi. Nilai MOR tertinggi terdapat pada variasi 10 mm sebesar 63,079 MPa dengan peningkatkan nilai MOR sebesar 20%. Nilai MOE tertinggi terdapat pada variasi 10 mm sebesar 8855,082 MPa dengan peningkatkan nilai MOE sebesar 26%, (3) Nilai MOR maksimal terdapat pada variasi tebal bilah kayu 10 mm sebesar 63,079 MPa. Menurut SNI 2013, termasuk mutu E25 dan menurut PKKI 1961  termasuk kelas kuat kayu III. Sedangkan, nilai MOE maksimal terdapat pada variasi tebal bilah kayu 10 mm sebesar 8855,082 MPa. Menurut SNI 2013, termasuk mutu E9 dan menurut PKKI 1961  termasuk kelas kuat kayu III.

Kata Kunci: variasi tebal bilah, sifat fisik dan mekanik, MOR dan MOE

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Judul.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
Lembar Pernyataan.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ernawati Sri Sunarsih, S.T., M.Eng.
2. Kundari Rahmawati, S.Pd., M.Eng.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP